Setiap kali seorang hamba jatuh, lalu bangkit kembali dengan iman, doa, dan usaha, maka itu adalah bentuk jihad melawan kelemahan diri. Allah menjanjikan pertolongan dan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
Kesimpulannya adalah Dalam Islam, jatuh bukanlah aib, tetapi menyerah adalah kerugian besar. Keberhasilan lahir dari kesabaran, usaha yang berulang, doa yang tulus, dan tawakal kepada Allah. Setiap kegagalan adalah tangga menuju puncak keberhasilan, selama kita bangkit kembali dengan iman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Pada keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah lemah."
(HR. Muslim No. 2664)
Selain itu, Allah juga menegaskan dalam Al-Qur’an:
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-‘Ankabūt: 69)
Author : Neni D'Lestari_PAI KUA Bantaran
