Selasa, 26 Mei 2026

Bahas Harlah IPARI Ke-3, Penyuluh KUA Sumberasih Ikuti Rakor Bersama Pengurus Harian IPARI Kabupaten Probolinggo

 

Probolinggo — Dalam rangka mematangkan rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-3 Tahun 2026, anggota harian IPARI Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, termasuk Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama para penyuluh dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut berbagai agenda yang telah direncanakan dalam rangkaian peringatan Harlah IPARI ke-3. Selain membahas teknis pelaksanaan kegiatan, forum tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat eksistensi dan peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat.


Dalam pembahasannya, para peserta menyoroti pentingnya momentum Harlah IPARI sebagai sarana memperkenalkan lebih luas tugas, fungsi, dan kontribusi penyuluh agama kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, diharapkan keberadaan penyuluh agama semakin dikenal sebagai mitra umat dalam bidang pembinaan keagamaan, edukasi sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan moderasi beragama.

Rapat juga membahas keberlanjutan program-program penyuluhan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Para penyuluh didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jangkauan layanan, serta menghadirkan program yang berdampak nyata bagi umat.

Neni Dwi Lestari bersama penyuluh KUA Sumberasih mengikuti jalannya rapat dengan penuh antusias. Berbagai ide dan masukan turut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya peringatan Harlah IPARI ke-3 sekaligus penguatan peran penyuluh agama di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Suasana diskusi yang hangat dan produktif mencerminkan komitmen para penyuluh untuk terus berkolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh rangkaian Harlah IPARI ke-3 dapat berjalan sukses serta menjadi momentum untuk semakin mendekatkan penyuluh agama dengan masyarakat yang dilayaninya.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Senin, 25 Mei 2026

Neni Dwi Lestari Ikuti Webinar Nasional IPARI Bahas Pilah Sampah untuk Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi

 

Sumberasih — Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (25/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir IPARI ke-3 Tahun 2026.

Webinar mengangkat tema “Pilah Sampah untuk Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi (Edukasi dari Penyuluh Agama untuk Umat)”. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh nasional, di antaranya Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A. selaku Direktur Penerangan Agama Islam, serta Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si. selaku Kasubdit Penyuluh Agama Islam.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan wawasan para penyuluh agama dalam mendukung program pelestarian lingkungan melalui pendekatan keagamaan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya peran penyuluh agama sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Penyuluh diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sejalan dengan semangat ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu fokus penguatan program Kementerian Agama Republik Indonesia.


Neni Dwi Lestari menyambut baik pelaksanaan webinar tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga ciptaan Allah SWT sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian webinar secara aktif hingga selesai. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin siap menjadi motor penggerak edukasi lingkungan di masyarakat serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan yang berdampak nyata bagi pelestarian alam dan kesejahteraan umat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Jumat, 22 Mei 2026

Sambut Idul Adha, Neni Dwi Lestari Ajak Jamaah MT Nurul Huda Memaknai Keikhlasan sebagai Wujud Cinta kepada Allah

 


Bantaran — Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Huda pada Jumat (22/5/2026) di Desa Bantaran. Materi yang disampaikan kali ini mengangkat tema “Idul Adha sebagai Momentum Pembelajaran bahwa Keikhlasan adalah Bentuk Cinta Tertinggi.”

Penyuluhan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha sekaligus mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari peristiwa agung yang dialami Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Melalui kisah tersebut, umat Islam diajarkan tentang arti ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan atau pelaksanaan ibadah kurban, melainkan momentum untuk menguatkan keimanan dan melatih keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari. Keikhlasan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS menjadi bukti bahwa cinta kepada Allah berada di atas segala-galanya.

Jamaah MT Nurul Huda juga diajak untuk memahami bahwa setiap orang memiliki "kurban" dalam kehidupannya masing-masing, baik berupa ego, amarah, kesombongan, maupun hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah SWT. Dengan keikhlasan, seseorang akan lebih mudah menerima ketentuan Allah dan menjalani kehidupan dengan hati yang tenang.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Para jamaah tampak menyimak setiap materi yang disampaikan dan turut berpartisipasi dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat. Beberapa jamaah juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya sikap ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan jamaah MT Nurul Huda dapat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat pengorbanan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam peringatan Idul Adha dapat terus hidup dan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, harmonis, dan penuh keberkahan.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Idul Adha Jadi Momentum Pembelajaran, Neni Dwi Lestari Ajak Harum Insani Maknai Keikhlasan sebagai Bentuk Cinta Tertinggi

 

Bantaran — Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada Kelompok Binaan Harum Insani pada Jumat (22/5/2026) di Desa Bantaran. Dalam kesempatan tersebut, materi yang disampaikan mengangkat tema “Idul Adha sebagai Momentum Pembelajaran bahwa Keikhlasan adalah Bentuk Cinta Tertinggi.”

Materi ini dipilih sebagai bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha sekaligus mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Melalui penyuluhan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim bukan sekadar bentuk ketaatan, melainkan wujud cinta yang tulus kepada Allah SWT yang dibangun di atas keikhlasan yang sempurna.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa nilai terbesar dari Idul Adha bukan hanya terletak pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga pada kemampuan seseorang untuk ikhlas menjalankan perintah Allah SWT, meskipun terkadang harus mengorbankan sesuatu yang sangat dicintai. Keikhlasan tersebut menjadi pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Peserta juga diajak merenungkan bahwa cinta yang sejati tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, tetapi melalui kesediaan untuk berkorban, bersabar, dan mendahulukan kebaikan sesuai tuntunan agama. Dengan demikian, semangat Idul Adha diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih kuat, sabar, dan penuh keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang penyampaian materi. Beberapa peserta turut menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait makna keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penyuluhan berlangsung lebih hidup dan komunikatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Kelompok Harum Insani dapat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan sikap ikhlas dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan yang diajarkan dalam Idul Adha dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Kamis, 21 Mei 2026

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi, Neni Dwi Lestari Ikuti Pelatihan Public Speaking Nasional

 


Sumberasih — Komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi diri kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd. melalui partisipasinya dalam Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia pada Kamis (21/5/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelatihan yang mengangkat tema “Strategi Komunikasi Efektif untuk Penampilan yang Eksklusif” ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi publik, khususnya dalam menyampaikan informasi secara efektif, profesional, dan mudah diterima oleh audiens.

Sebagai seorang penyuluh agama, kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi utama dalam menjalankan tugas pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana yang tepat untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih menarik dan komunikatif.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai teknik berbicara di depan umum, membangun kepercayaan diri, menyusun pola komunikasi yang efektif, hingga strategi membangun citra positif dalam setiap penyampaian materi.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan komunikasi yang dimiliki para penyuluh agama semakin meningkat sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas pelayanan, pembinaan, dan edukasi kepada masyarakat secara lebih optimal.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Rabu, 20 Mei 2026

Asah Keterampilan Berbicara, Neni Dwi Lestari Ikuti Pelatihan Membangun Karisma melalui Keterampilan Berbicara

 


Sumberasih — Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., kembali menunjukkan semangat belajar dan pengembangan diri dengan mengikuti Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia pada Rabu (20/5/2026) secara daring.

Pada kesempatan tersebut, pelatihan mengangkat tema “Membangun Karisma melalui Keterampilan Berbicara” yang bertujuan meningkatkan kualitas komunikasi serta kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan dengan lebih percaya diri dan berpengaruh.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang profesi, termasuk penyuluh agama yang memiliki peran strategis dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat. Kemampuan berbicara yang baik dinilai mampu memperkuat efektivitas penyampaian pesan serta meningkatkan kualitas interaksi dengan masyarakat.

Melalui materi yang diberikan, peserta diajak memahami pentingnya bahasa tubuh, intonasi suara, penguasaan materi, hingga teknik membangun kedekatan emosional dengan audiens. Selain itu, peserta juga mendapatkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui komunikasi yang santun, efektif, dan inspiratif.

Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif. Neni Dwi Lestari mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kompetensi profesional dalam menjalankan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, diharapkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kualitas pelayanan penyuluhan kepada masyarakat semakin meningkat, sehingga penyuluh agama dapat terus menjadi sumber inspirasi, edukasi, dan penguatan bagi umat.

Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Selasa, 19 Mei 2026

Neni Dwi Lestari Ikuti Pelatihan “Professional Public Speaking for Lasting Impressions”

 


Sumberasih — Komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas diri kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melalui partisipasinya dalam Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking bertajuk “Professional Public Speaking for Lasting Impressions” yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia pada Selasa (19/5/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan komunikasi profesional agar peserta mampu memberikan kesan yang positif dan berkelanjutan dalam setiap kesempatan berbicara di depan publik maupun dalam interaksi sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik public speaking profesional, penyusunan pesan yang efektif, penguatan personal branding, serta strategi membangun kesan yang kuat dan berkesan kepada audiens. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi pelayanan dan edukasi masyarakat.

Sebagai penyuluh agama yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat, peningkatan kompetensi komunikasi menjadi kebutuhan yang sangat relevan. Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan menyampaikan materi secara sistematis, menarik, dan mudah dipahami dapat semakin meningkat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Dengan mengikuti pelatihan tersebut, Neni Dwi Lestari berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui komunikasi yang lebih profesional, efektif, dan memberikan dampak positif dalam setiap pelaksanaan tugas kepenyuluhan.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Senin, 18 Mei 2026

Penyuluh Agama KUA Sumberasih Ikuti Pelatihan “Strategi Berbicara di Depan Publik dengan Karisma”

 



Sumberasih — Dalam upaya meningkatkan kompetensi komunikasi publik, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (18/5/2026).

Pelatihan yang mengangkat tema “Strategi Berbicara di Depan Publik dengan Karisma” ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berbicara di hadapan publik secara percaya diri, berpengaruh, dan mampu menarik perhatian audiens. Materi yang disampaikan mencakup teknik membangun karisma, penguasaan panggung, pengelolaan bahasa tubuh, serta strategi penyampaian pesan yang efektif.

Sebagai seorang penyuluh agama, kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjalankan tugas pembinaan, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sarana yang tepat untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas komunikasi dalam mendukung tugas-tugas kepenyuluhan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai pengetahuan praktis mengenai cara membangun kepercayaan diri, mengelola intonasi dan ekspresi, serta menciptakan komunikasi yang mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan komunikasi publik yang dimiliki semakin berkembang sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat secara lebih optimal, komunikatif, dan inspiratif.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Minggu, 17 Mei 2026

Penyuluh Agama KUA Sumberasih Ikuti Pelatihan “Formula Public Speaking untuk Tampil Karismatik dan Meyakinkan”

 

Bantaran— Dalam rangka meningkatkan kompetensi komunikasi publik, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (17/5/2026).

Pelatihan yang mengangkat tema “Formula Public Speaking untuk Tampil Karismatik dan Meyakinkan” ini diselenggarakan sebagai upaya membekali peserta dengan kemampuan berbicara di depan umum secara efektif, percaya diri, dan mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua jam pembelajaran dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai teknik membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan publik, strategi menyampaikan pesan secara jelas dan meyakinkan, serta cara menampilkan karakter yang karismatik dalam setiap kesempatan berbicara. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang terstruktur agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

Sebagai seorang penyuluh agama, kemampuan public speaking merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting dalam menjalankan tugas pembinaan, penyuluhan, dan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Kemampuan berbicara yang baik tidak hanya membantu dalam menyampaikan informasi secara efektif, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Neni Dwi Lestari berharap dapat terus meningkatkan kualitas komunikasi dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhan sehingga pesan-pesan keagamaan dan program pembinaan dapat disampaikan secara lebih menarik, mudah dipahami, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat menjadi bekal berharga dalam mendukung tugas pelayanan, pembinaan, dan pendampingan umat secara profesional serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Sabtu, 16 Mei 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih Raih Sertifikat Public Speaking Persuasif untuk Membangun Citra Positif

 


Bantaran— Dalam rangka meningkatkan kemampuan komunikasi publik yang efektif dan berpengaruh, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Public Speaking Persuasif untuk Membangun Citra Positif” ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan komunikasi persuasif yang mampu membangun kepercayaan, memperkuat citra diri, serta meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kepada masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mengenai teknik komunikasi persuasif, strategi membangun citra positif, pengelolaan bahasa verbal dan nonverbal, serta cara menyampaikan pesan yang mampu memengaruhi audiens secara positif. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan teknik-teknik yang diberikan.

Sebagai Penyuluh Agama Islam, kemampuan berkomunikasi secara persuasif menjadi salah satu kompetensi yang sangat penting dalam menjalankan tugas penyuluhan, pembinaan, dan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan dengan lebih efektif, mudah dipahami, dan memberikan dampak positif bagi penerimanya.

Atas partisipasinya dalam kegiatan tersebut, Neni Dwi Lestari, S.Pd. menerima sertifikat penghargaan dari Yayasan Galeria Potensi Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaannya dalam program pengembangan kompetensi nasional.

Melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan komunikasi publik yang dimiliki semakin meningkat sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas kepenyuluhan secara lebih profesional, komunikatif, dan mampu membangun citra positif di tengah masyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Lanjutkan Materi Akidah Akhlak, Neni Dwi Lestari Berikan Pembinaan kepada Jamaah MT Nurul Huda

 

Bantaran — Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pembinaan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Huda pada Sabtu (16/5/2026) di Desa Bantaran. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari materi Akidah Akhlak yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada kelompok binaan.

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai akidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah diajak untuk memahami bahwa keimanan yang kuat harus tercermin melalui perilaku yang baik, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa akhlak mulia merupakan salah satu indikator keberhasilan seseorang dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa menjaga tutur kata, menghormati sesama, memperkuat ukhuwah, serta membiasakan diri melakukan kebaikan dalam berbagai kesempatan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat. Para jamaah tampak antusias mengikuti pembinaan dan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan seputar penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.

Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan. Interaksi yang komunikatif antara penyuluh dan jamaah menjadikan materi lebih mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh makna. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan ini, diharapkan jamaah MT Nurul Huda semakin mantap dalam menjaga keimanan serta mengamalkan akhlakul karimah, sehingga mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Akidah Akhlak Berlanjut, Neni Dwi Lestari Ajak Kelompok Harum Insani Wujudkan Iman dalam Perilaku Sehari-hari

 

Bantaran — Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. kembali melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada Kelompok Binaan Harum Insani pada Sabtu (16/5/2026) di Desa Bantaran. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari materi Akidah Akhlak yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada implementasi akidah dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya menjaga akhlak sebagai cerminan keimanan seorang muslim. Peserta diajak untuk memahami bahwa keimanan tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan interaksi yang baik terhadap sesama.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menegaskan bahwa akhlak yang mulia merupakan buah dari akidah yang kuat. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga lisan, menghormati orang lain, menjauhi perilaku yang merugikan sesama, serta membiasakan diri melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan mengenai berbagai tantangan dalam menjaga akhlak di tengah perkembangan zaman. Para peserta diberikan ruang untuk berbagi pengalaman serta menyampaikan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh antusiasme. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai jalannya pembinaan, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.

Melalui pembinaan berkelanjutan ini, diharapkan anggota Kelompok Harum Insani semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara keimanan dan akhlak dalam kehidupan. Dengan akidah yang kokoh dan akhlak yang baik, diharapkan terwujud pribadi-pribadi muslim yang mampu menjadi teladan serta membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Jumat, 15 Mei 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Melalui Pelatihan Seni Menyampaikan Pesan dengan Efektif di Hadapan Audiens

 

Sumberasih — Guna memperkuat kompetensi komunikasi dalam menjalankan tugas penyuluhan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Program Belajar Nasional Spectacular Public Speaking yang diselenggarakan oleh Yayasan Galeria Potensi Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (15/5/2026).

Pelatihan yang mengangkat tema “Seni Menyampaikan Pesan dengan Efektif di Hadapan Audiens” ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan informasi secara jelas, terstruktur, dan menarik sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh audiens.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik menyusun materi presentasi yang efektif, membangun interaksi dengan audiens, mengelola intonasi dan ekspresi, serta strategi mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum. Berbagai tips praktis yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas komunikasi peserta dalam berbagai situasi.

Sebagai seorang penyuluh agama, keterampilan menyampaikan pesan secara efektif merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan edukasi masyarakat. Kemampuan tersebut membantu penyuluh dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan, informasi pembangunan, maupun pesan sosial dengan lebih komunikatif dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Atas keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut, Neni Dwi Lestari, S.Pd. memperoleh sertifikat penghargaan dari Yayasan Galeria Potensi Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dalam program peningkatan kompetensi nasional.

Melalui pelatihan ini diharapkan kemampuan komunikasi dan penyampaian pesan yang dimiliki semakin berkembang sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih optimal, inspiratif, dan profesional.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Sabtu, 09 Mei 2026

Perkuat Akidah dan Akhlak, Neni Dwi Lestari Berikan Pembinaan kepada Jamaah MT Nurul Huda

 


Bantaran — Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Huda pada Sabtu (9/5/2026) di Desa Bantaran. Dalam pembinaan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada Akidah dan Akhlak sebagai pondasi utama dalam membentuk pribadi muslim yang beriman dan berakhlakul karimah.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberikan penguatan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Melalui materi akidah, jamaah diajak untuk semakin memperkuat keyakinan kepada Allah SWT serta memahami pentingnya menjaga keimanan di tengah berbagai tantangan kehidupan. Sementara itu, pada aspek akhlak, peserta diberikan penguatan tentang pentingnya menjaga perilaku, tutur kata, dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa akidah yang kuat akan menjadi landasan bagi seseorang dalam menjalani kehidupan, sedangkan akhlak yang baik merupakan buah dari keimanan yang tertanam dalam hati. Oleh karena itu, keduanya harus berjalan beriringan agar tercipta kehidupan yang harmonis, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Jamaah MT Nurul Huda tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Diskusi ringan dan sesi tanya jawab turut mewarnai jalannya kegiatan, sehingga materi yang diberikan dapat dipahami dengan lebih mudah dan aplikatif.

Melalui pembinaan ini, diharapkan jamaah MT Nurul Huda semakin termotivasi untuk memperkuat keimanan dan terus membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan akidah yang kokoh dan akhlak yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat secara luas.

Kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan penuh makna, menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak bagi peningkatan kualitas kehidupan beragama masyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Akidah Akhlak Jadi Materi Pembinaan, Neni Dwi Lestari Berikan Penguatan kepada Kelompok Harum Insani

 

Bantaran — Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada Kelompok Binaan Harum Insani pada Sabtu (9/5/2026) di Desa Bantaran. Pada kesempatan tersebut, materi yang disampaikan mengangkat tema Akidah Akhlak sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.

Melalui penyuluhan tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kemurnian akidah serta membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Akidah yang kuat menjadi landasan dalam menjalankan ibadah dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sementara akhlak yang baik menjadi cerminan keimanan seseorang dalam berinteraksi dengan sesama.

Dalam pemaparannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa akidah dan akhlak merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keimanan yang baik akan melahirkan perilaku yang baik pula, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bermasyarakat secara luas. Oleh karena itu, pembinaan akidah dan akhlak perlu terus dilakukan sebagai bekal membangun pribadi muslim yang berkarakter dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para anggota Kelompok Harum Insani tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Beberapa peserta juga aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan anggota Kelompok Harum Insani semakin memahami pentingnya menjaga keimanan serta mengamalkan akhlakul karimah dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diwujudkan dalam perilaku yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan penuh makna, menjadi salah satu bentuk komitmen penyuluh agama dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan kepada masyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Jumat, 08 Mei 2026

Pelayanan Prima dan Humanis, Penyuluh KUA Sumberasih Dampingi Pengurusan Izin Operasional Madin

 


Sumberasih — Komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada lembaga pendidikan keagamaan terus ditunjukkan oleh jajaran KUA Sumberasih. Pada Jumat (8/5/2026), Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. bersama Rohmad Wahyudi, M.Pd., melaksanakan pendampingan pengurusan Izin Operasional (IJOP) Madrasah Diniyah (Madin) bagi lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Kecamatan Sumberasih.

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan pembinaan kepada pengelola madrasah diniyah agar proses pengajuan maupun perpanjangan izin operasional dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain memberikan informasi teknis terkait persyaratan administrasi, para penyuluh juga membantu menjelaskan tahapan dan mekanisme yang harus dipenuhi oleh lembaga pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, Neni Dwi Lestari dan Rohmad Wahyudi mengedepankan pendekatan pelayanan yang prima, komunikatif, dan humanis. Para pengelola madin diberikan ruang untuk berkonsultasi terkait berbagai kendala yang dihadapi, sehingga proses pendampingan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan penguatan kelembagaan.

Menurut para penyuluh, keberadaan madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Oleh karena itu, pendampingan terhadap legalitas dan administrasi lembaga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan yang berkualitas.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Para pengelola madin menyambut positif pendampingan yang diberikan serta merasa terbantu dengan adanya penjelasan dan pelayanan secara langsung dari penyuluh agama. Suasana konsultasi yang hangat dan penuh kekeluargaan turut mencerminkan semangat pelayanan KUA Sumberasih yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pengurusan izin operasional madrasah diniyah dapat berjalan lebih tertib dan efektif, sehingga lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Kecamatan Sumberasih semakin berkembang serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Masjid Berdampak Jadi Bahasan Nasional, Penyuluh KUA Sumberasih Turut Ambil Bagian

 


Sumberasih — Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti kegiatan Zoom Meeting Nasional Program Masjid Berdampak yang dilaksanakan secara daring dan serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut diikuti oleh berbagai unsur Kementerian Agama, pengelola masjid, penyuluh agama, serta stakeholder terkait dari berbagai daerah. Program Masjid Berdampak menjadi salah satu upaya penguatan fungsi masjid agar tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan umat, pendidikan, sosial, ekonomi, dan pelayanan kemasyarakatan.


Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai informasi dan penguatan mengenai arah kebijakan Kementerian Agama dalam mengembangkan peran masjid yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi pusat pembinaan keagamaan, masjid juga diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Neni Dwi Lestari menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan wawasan dan pemahaman baru terkait penguatan fungsi masjid di era modern. Menurutnya, peran penyuluh agama sangat penting dalam mendukung implementasi program-program yang berorientasi pada kemaslahatan umat melalui pemberdayaan masjid.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam mengikuti materi dan berbagai sesi yang disampaikan oleh para narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pengelola masjid, penyuluh agama, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mewujudkan masjid yang aktif, produktif, dan berdampak bagi kehidupan umat.

Program Masjid Berdampak diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam yang tidak hanya menghadirkan keberkahan spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Kamis, 07 Mei 2026

Konseling Catin Berlangsung Hangat, Neni Dwi Lestari Berikan Penguatan Menuju Keluarga Maslahah

 


Sumberasih — Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan kegiatan konseling dan pendampingan kepada seorang calon pengantin pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di KUA Sumberasih tersebut menjadi bagian dari pelayanan penyuluhan dalam mempersiapkan calon pengantin menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.

Dalam sesi konseling, Neni Dwi Lestari memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun keluarga maslahah, yakni keluarga yang mampu menghadirkan ketenteraman, kemanfaatan, dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan berumah tangga. Berbagai topik dibahas, mulai dari kesiapan mental, komunikasi dalam keluarga, tanggung jawab suami istri, hingga pentingnya menjaga komitmen dalam menjalani kehidupan pernikahan.

Pendampingan kali ini memiliki nuansa tersendiri. Calon pengantin yang hadir akan melangsungkan pernikahan yang bukan pertama kalinya dalam kehidupannya. Oleh karena itu, sesi konseling tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang dialog dan penguatan hati menjelang pernikahan yang akan dilaksanakan beberapa waktu ke depan.

Suasana hangat dan penuh keterbukaan mewarnai jalannya konseling. Calon pengantin turut menyampaikan berbagai harapan, pengalaman hidup, serta beberapa hal yang menjadi perhatian menjelang pernikahan. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, Neni Dwi Lestari memberikan penguatan agar pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga untuk membangun rumah tangga yang lebih baik di masa mendatang.

Menurutnya, setiap pernikahan merupakan kesempatan untuk menghadirkan kebaikan dan membangun kehidupan yang lebih berkualitas. Karena itu, kesiapan hati, kematangan berpikir, serta pemahaman yang baik tentang tujuan pernikahan menjadi bekal penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah.

Kegiatan konseling dan pendampingan tersebut berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh makna. Melalui layanan ini, diharapkan calon pengantin semakin mantap melangkah menuju jenjang pernikahan serta mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, sekaligus menjadi keluarga maslahah yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Rabu, 06 Mei 2026

Penyuluh Agama Islam Ambil Peran Strategis dalam Binwin, Dari Informasi Hingga Pembukaan Acara

 


Sumberasih — Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Binwin) di KUA Sumberasih pada Rabu (6/5/2026) tidak hanya menjadi ajang pembekalan bagi calon pengantin, tetapi juga menunjukkan peran aktif para Penyuluh Agama Islam dalam menyukseskan jalannya kegiatan. Mulai dari tahap persiapan, pelayanan informasi, pendampingan peserta, hingga membantu jalannya acara, seluruh penyuluh terlibat secara aktif sesuai tugas yang telah dibagi.

Kegiatan yang diikuti oleh para calon pengantin dari berbagai desa di Kecamatan Sumberasih tersebut berlangsung tertib dan lancar berkat koordinasi yang baik antara penghulu, penyuluh, dan seluruh unsur pelayanan KUA. Para penyuluh turut memberikan informasi kepada peserta, melakukan pendampingan administrasi, mengarahkan jalannya kegiatan, hingga membantu pelaksanaan acara sejak awal hingga selesai.

Hadir dalam kegiatan tersebut para Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, di antaranya Kudsiya Azizah, S.Ag., Abdullah, S.H., Saiful Badar, S.Pd., Syaiful Anam, S.Pd.I., Rohmad Wahyudi, M.Pd., dan Neni Dwi Lestari, S.Pd. Masing-masing mengambil peran sesuai kebutuhan kegiatan demi memastikan seluruh rangkaian Binwin berjalan dengan baik.


elain mendampingi peserta, para penyuluh juga turut membagi tugas dalam pelaksanaan acara, mulai dari penerimaan peserta, penyampaian informasi teknis, dokumentasi kegiatan, hingga membantu membuka dan mengondisikan jalannya kegiatan. Kekompakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif bagi para calon pengantin.

Kehadiran para penyuluh dalam Binwin merupakan bentuk nyata pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi keagamaan, para penyuluh juga berupaya memastikan setiap calon pengantin memperoleh pemahaman yang memadai mengenai kehidupan rumah tangga sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari peserta. Interaksi yang hangat antara pemateri, penyuluh, dan calon pengantin menjadikan suasana Binwin lebih komunikatif dan bermakna. Melalui sinergi seluruh unsur KUA Sumberasih, diharapkan program Bimbingan Perkawinan dapat terus memberikan manfaat dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah di tengah masyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Selasa, 05 Mei 2026

Penyuluh KUA Sumberasih Berikan Pendampingan dan Penyuluhan kepada Calon Pengantin

 


Sumberasih — Komitmen dalam membangun ketahanan keluarga sejak dini terus dilakukan oleh KUA Sumberasih. Pada Selasa (5/5/2026), Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. bersama Saiful Badar, S.Pd. melaksanakan kegiatan pendampingan, penyuluhan, dan pemberian informasi kepada calon pengantin yang datang untuk mengurus keperluan pernikahan di KUA Sumberasih.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan terpadu kepada masyarakat, khususnya bagi calon pengantin yang akan memasuki jenjang pernikahan. Selain mendapatkan pelayanan administrasi, para calon pengantin juga memperoleh pembekalan mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis, memahami hak dan kewajiban suami istri, serta menjaga komitmen dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam penyuluhan tersebut, Neni Dwi Lestari menyampaikan pentingnya kesiapan tidak hanya dari sisi administrasi dan pelaksanaan akad nikah, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan emosional sebagai bekal dalam membangun keluarga sakinah. Sementara itu, Saiful Badar memberikan informasi terkait layanan KUA serta berbagai program pembinaan keluarga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif. Para calon pengantin tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan serta aktif menyampaikan pertanyaan terkait kehidupan berumah tangga dan proses layanan pernikahan di KUA.

Melalui kegiatan pendampingan dan penyuluhan ini, KUA Sumberasih berharap para calon pengantin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang makna pernikahan dan kehidupan keluarga, sehingga mampu membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan KUA Sumberasih dalam memberikan edukasi keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya bagi generasi yang akan membangun keluarga baru.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Koordinasi Lintas Sektoral, Penyuluh dan Penghulu KUA Sumberasih Bersama Perangkat Desa Berikan Pendampingan kepada Calon Pengantin


Sumberasih — Dalam upaya memperkuat pembinaan keluarga sejak sebelum pernikahan, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd. dan Saiful Badar, S.Pd., bersama Penghulu KUA Sumberasih, Wardani, S.H.I., melaksanakan kegiatan koordinasi lintas sektoral yang dirangkai dengan pendampingan dan penyuluhan kepada calon pengantin pada Selasa (5/5/2026) di KUA Kecamatan Sumberasih. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh perangkat desa yang mengantar calon pengantin dalam proses pelayanan di KUA.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara KUA dan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya membantu proses administrasi pernikahan, para calon pengantin juga mendapatkan pembekalan dan penguatan terkait kehidupan berumah tangga sebagai bekal menuju keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, para calon pengantin memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun keluarga sakinah, hak dan kewajiban suami istri, komunikasi yang sehat dalam rumah tangga, serta kesiapan mental, emosional, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Neni Dwi Lestari menyampaikan bahwa pendampingan kepada calon pengantin merupakan bagian dari upaya pencegahan berbagai persoalan keluarga di masa mendatang. Sementara itu, Saiful Badar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga.

Di sisi lain, Penghulu KUA Sumberasih, Wardani, S.H.I., turut memberikan penguatan mengenai makna pernikahan sebagai ikatan suci yang tidak hanya sah secara agama dan negara, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar yang harus dijalankan oleh kedua pasangan.

Kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh keakraban. Para calon pengantin tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, KUA Sumberasih terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan yang berdampak bagi masyarakat. Diharapkan para calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah di masa mendatang.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam