Kamis, 31 Juli 2025

Pendampingan Pembangunan Produk Halal Tingkat 1 Berjalan Sukses di Kecamatan Bantaran

Pendampingan pertama Neni Dwi lestari, S.Pd. bersama Dechi Handini, S.Pd. melakukan
sosialisasi Halal Pada pelaku Halal Pemilik usaha "Es Buah Kumaha'Aing"
         

Bantaran, Probolinggo – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama rekan penyuluh secara bergantian yakni Deacy Handini, S.Pd., Rohmad Wahyudi, S.Pd., dan Nur Rohmad, S.Pd., sukses melaksanakan pendampingan pembangunan bagi masyarakat sasaran umum dan khusus Tingkat 1 dengan fokus pada Produk Halal.

Pendampingan kedua pada pelaku halal dilaksanakan bersama dengan Penyuluh Agama Islam
Rohmad Wahyudi, M.Pd., Nur Rohmad,S.Pd.I, Deacy Handini, S.Pd., dan Neni Dwi Lestari, S.Pd.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 kali pertemuan sepanjang bulan Juli 2025 di wilayah Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Pendampingan bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan kepada pelaku usaha dalam mengelola dan memproduksi produk yang memenuhi standar kehalalan sesuai ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku.

Pendampingan ke tiga Neni Dwi Lestari melakukan verifikasi kehalalan Produk

Pelaksanaan kegiatan mengikuti jadwal yang telah ditentukan, dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha halal dari berbagai bidang, dan mendapat respon positif serta antusiasme tinggi dari para peserta.

Pendampingan ke Empat Pada Pelaku halal pemilik produk "Rengginang"

Menurut Neni Dwi Lestari, keberhasilan pendampingan ini dilihat dari meningkatnya kesadaran dan komitmen pelaku usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip halal dalam proses produksi. “Kami berharap pendampingan ini menjadi langkah awal yang kuat untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan pelaku usaha di Kecamatan Bantaran benar-benar memenuhi kriteria halal,” ujarnya.

Pendampingan ke Lima pada pemilik produk Rengginang verifikasi tempat pembuatan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya produk halal semakin meningkat, sehingga dapat mendorong perkembangan ekonomi umat yang sehat, aman, dan berkah.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran



Sabtu, 26 Juli 2025

Penyuluh Agama KUA Bantaran Ajak Remaja Semangat Belajar dan Bijak Bergaul

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan Pembinaan pada remaja Generasi Rabbani, Sabtu, 26/07/25

Probolinggo, 26 Juli 2025Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan bimbingan penyuluhan bertema Semangat Belajar, Jaga Pergaulan, Raih Masa Depan Cemerlang kepada kelompok binaan usia remaja di Dusun Krajan, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Materi penyuluhan mencakup tiga poin utama, yaitu pengenalan gender dalam perspektif Islam, pentingnya menjaga semangat sekolah, dan pencegahan pergaulan bebas. Neni menegaskan bahwa pemahaman ini sangat penting agar remaja memiliki pandangan yang benar, menghargai perbedaan, fokus menuntut ilmu, dan terhindar dari pengaruh negatif.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif menyimak, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman. Hal ini menunjukkan kesadaran remaja binaan akan pentingnya mempersiapkan masa depan dengan ilmu, akhlak, dan pergaulan yang sehat semakin meningkat.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan para remaja binaan dapat menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, serta mampu mengambil keputusan bijak demi masa depan yang lebih cerah.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Senin, 21 Juli 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Tanamkan Nilai Generasi Hebat pada Kelompok Binaan Usia Dini

 

Neni Dwi lestari, S.Pd. memberikan edukasi kepada kelompok binaan Harum Insani

Probolinggo, 21 Juli 2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan bimbingan penyuluhan bertema “Menjadi Generasi Hebat: Berakhlak Mulia, Berteman Baik, dan Bijak” kepada kelompok binaan usia dini di Dusun Krajan, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter anak sejak dini agar memiliki akhlak mulia, pandai memilih pertemanan yang baik, dan bijak dalam bersikap. Penyuluh menekankan bahwa generasi hebat tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga berakhlak terpuji, menghargai orang lain, serta mampu mengambil keputusan yang benar sesuai nilai-nilai Islam.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dan pertanyaan yang diajukan. Metode penyampaian yang ringan dan sesuai usia membuat materi mudah dipahami oleh anak-anak.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak binaan tumbuh menjadi generasi penerus yang berkarakter kuat, memiliki pergaulan sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap bijak dan penuh tanggung jawab.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran



Sabtu, 19 Juli 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Sosialisasikan Pengenalan Gender, Semangat Bersekolah, dan Pencegahan Pergaulan Bebas

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. bersama majelis taklim Nurul Huda dalam giat sosialisasi
 pengenalan Gender dan pencegahan pergaulan bebas

Probolinggo, 19 Juli 2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., memberikan bimbingan penyuluhan kepada anggota Majelis Taklim Nurul Huda di Musholla Nurul Huda, Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Gender dalam Perspektif Islam, Pentingnya Semangat Bersekolah, serta Pencegahan Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini.

Dalam sesi pengenalan gender, dijelaskan bahwa gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh budaya, bukan semata-mata perbedaan biologis. Islam memandang laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di sisi Allah (QS. Al-Hujurat:13), dengan perbedaan peran untuk saling melengkapi, bukan menindas. Pemahaman gender yang tepat akan menumbuhkan saling menghormati dan mencegah sikap merendahkan salah satu pihak maupun tuntutan kesetaraan yang berlebihan.

Pada sesi semangat bersekolah, disampaikan bahwa pendidikan adalah tuntutan agama, modal masa depan, sekaligus benteng dari pengaruh pergaulan bebas. Peserta diajak menanamkan niat belajar sebagai ibadah, memberikan apresiasi pada diri sendiri, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, dan mengaitkan sekolah dengan cita-cita masa depan.

Materi pencegahan pergaulan bebas menekankan bahwa zina adalah dosa besar yang membawa dampak negatif secara moral, psikologis, dan sosial. Pernikahan dini pun diingatkan memiliki risiko tinggi jika belum siap lahir batin. Upaya pencegahan dilakukan dengan pendidikan agama sejak dini, pengawasan orang tua, komunikasi terbuka, serta kegiatan positif yang membangun.

Anggota majelis taklim sharing pendapat dan pertanyaan dalam giat sosialisasi yang berlangsung

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Diharapkan, melalui penyuluhan ini, anggota majelis taklim semakin sadar akan pentingnya pemahaman gender yang benar, semangat dalam menuntut ilmu, dan komitmen untuk menghindari pergaulan bebas serta pernikahan sebelum waktunya.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Edukasi Remaja tentang Gender, Semangat Bersekolah, dan Pencegahan Pergaulan Bebas

19 Juli 2025, Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan sosialisasi pada remaja kelompok binaan Generasi Rabbani

 
Probolinggo, 19 Juli 2025Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., memberikan bimbingan penyuluhan kepada remaja kelompok binaan di Dusun Krajan, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Gender dalam Perspektif Islam, Pentingnya Semangat Bersekolah, serta Pencegahan Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini.

Dalam materi pengenalan gender, dijelaskan bahwa gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh budaya, bukan hanya perbedaan biologis. Dalam pandangan Islam, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di sisi Allah (QS. Al-Hujurat:13) dan perbedaan peran dimaksudkan untuk saling melengkapi, bukan saling menindas.

Pada sesi kedua, penyuluh menekankan pentingnya semangat bersekolah. Pendidikan tidak hanya menjadi tuntutan agama, tetapi juga modal masa depan yang dapat mencegah remaja dari pergaulan negatif. Cara menumbuhkan semangat belajar antara lain menanamkan niat ibadah, memberikan apresiasi, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, dan mengaitkan pendidikan dengan cita-cita masa depan.

Materi terakhir membahas bahaya pergaulan bebas dan pernikahan dini. Pergaulan bebas, khususnya zina, adalah dosa besar yang membawa dampak buruk secara moral, psikologis, dan sosial. Pernikahan dini pun diingatkan memiliki risiko tinggi, terutama jika pasangan belum siap secara lahir batin.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif para remaja yang mengajukan pertanyaan serta memberikan tanggapan selama penyuluhan. Diharapkan, kegiatan ini mampu membentuk generasi muda yang menghormati perbedaan gender, semangat menuntut ilmu, dan mampu menjaga diri dari pergaulan bebas serta pernikahan dini sebelum waktunya.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Senin, 14 Juli 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Sosialisasikan GAS di Majelis Taklim An-Nisa

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan sosialisasi GAS kepada Anggota Majelis taklim An-Nisa, 14  Juli 2025

Probolinggo, 14 Juli 2025Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan bimbingan penyuluhan Sosialisasi GAS – Gerakan Sadar Pencatatan Nikah kepada kelompok binaan Majelis Taklim An-Nisa di Dusun Dawuhan, Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk terus menggalakkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi di KUA. Pencatatan nikah tidak hanya menjadi syarat legalitas hukum, tetapi juga berperan penting dalam memberikan perlindungan hak bagi pasangan suami istri serta anak-anak mereka di masa depan.

Anggota majelis Taklim An-Nisa menyimak materi yang disampaikan saat sosialisasi

Acara berjalan lancar dan sesuai harapan. Antusiasme masyarakat tampak jelas dari keaktifan anggota majelis taklim yang mengajukan pertanyaan serta memberikan tanggapan selama kegiatan. Ketua Majelis Taklim An-Nisa juga menunjukkan dukungan penuh dengan mengikuti penyuluhan secara antusias.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat pencatatan nikah sehingga tercipta keluarga yang harmonis, tertib administrasi, dan terlindungi secara hukum.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Gelar Konseling Wakaf dan Sertifikasi Gratis

Dechi Handini, S.Pd. dan Neni Dwi Lestari, S.Pd. bersama Nadzhir Lembaga Pendidikan Miftahul Ulum

 

Bantaran, 14 Juli 2025Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd. dan Dechi Handini, S.Pd., melaksanakan bimbingan konseling dan penyampaian informasi terkait wakaf serta program sertifikasi wakaf gratis hasil kolaborasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Agama.

Kegiatan ini ditujukan kepada Bu Wajib, Ketua Majelis Taklim Nurul Huda sekaligus Nadhir dari Lembaga Pendidikan Miftahul Ulum, yang mengelola tanah dan bangunan wakaf namun belum memiliki sertifikat wakaf. Konseling berlangsung di Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan pentingnya wakaf, prosedur pendaftaran sertifikasi wakaf gratis, serta manfaat legalitas sertifikat bagi keberlangsungan aset wakaf. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan diskusi aktif dan pertanyaan yang menunjukkan kepedulian terhadap legalitas aset wakaf.

Kegiatan berjalan lancar dan sesuai harapan, menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengelolaan wakaf yang profesional dan berdaya guna bagi kemaslahatan umat.


Penulis: Ilalang — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Sabtu, 12 Juli 2025

Sosialisasi GAS di Majelis Taklim Nurul Huda, Wujudkan Kesadaran Pencatatan Nikah

Neni Dwi Lestari, S.Pd. bersama Anggota Majelis Taklim Nurul Huda dala Giat Sosialisasi
Gerakan Sadar Pencatatan Nikah, 12/08/2025
 

Probolinggo, 12 Juli 2025Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., memberikan bimbingan penyuluhan Sosialisasi GAS – Gerakan Sadar Pencatatan Nikah kepada kelompok binaan Majelis Taklim Nurul Huda di Musholla Nurul Huda, Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat akan pentingnya legalitas pernikahan melalui pencatatan resmi di KUA. Pencatatan nikah menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi pasangan suami istri maupun anak-anak mereka di masa depan.

Acara berlangsung lancar dan sesuai harapan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya anggota majelis taklim yang aktif bertanya dan memberikan tanggapan selama penyuluhan. Ketua Majelis Taklim Nurul Huda pun turut menunjukkan dukungan penuh dengan mengikuti kegiatan secara antusias.

Anggota Mejelis taklim Nurul Huda menyimak giat sosialisasi Gerakan Sadar Pencatatan Nikah


Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mencatatkan pernikahan secara resmi, sehingga dapat terwujud keluarga yang harmonis, tertib administrasi, dan terlindungi secara hukum.








Jumat, 11 Juli 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Berikan Konseling Penguatan Ekonomi Umat kepada Ketua Majelis Taklim Ikhyaul Islam

 

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran memberikan pendampingan Penguatan Ekonomi Ummat

Probolinggo, 11 Juli 2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan bimbingan konseling dan pemberian informasi terkait Penguatan Ekonomi Umat kepada Ning Luluk, Ketua Majelis Taklim Ikhyaul Islam. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Dalam pertemuan tatap muka tersebut, Neni Dwi Lestari memberikan arahan dan saran praktis yang dapat diterapkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat, termasuk langkah-langkah pengelolaan usaha dan pemberdayaan anggota majelis. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga Ning Luluk mendapatkan wawasan baru dan strategi yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat.

Kegiatan ini berjalan lancar, penuh keakraban, dan sesuai dengan harapan. Antusiasme Ning Luluk terlihat dari perhatian dan keterlibatan aktif dalam menyimak serta mendiskusikan ide-ide penguatan ekonomi berbasis keumatan.

Melalui konseling ini, diharapkan Majelis Taklim Ikhyaul Islam dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya.


Sosialisasi GAS – Gerakan Sadar Pencatatan Nikah di Majelis Taklim Al-Ikhlas Berjalan Sukses

Neni Dwi Lestari, S.Pd. Bersama Ketua Majelis Taklim Al-Ikhlas dalam giat Sosialisasi GAS
di Dusun Macan Desa Karanganyar Kec. Bantaran

 

Probolinggo, 11 Juli 2025KUA Kecamatan Bantaran melalui Penyuluh Agama Islam, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan bimbingan penyuluhan Sosialisasi GAS – Gerakan Sadar Pencatatan Nikah kepada kelompok binaan Majelis Taklim Al-Ikhlas yang berlokasi di Dusun Macan, Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya legalitas pernikahan. Pencatatan pernikahan tidak hanya menjamin keabsahan hukum pernikahan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap hak-hak pasangan suami istri serta anak-anak.

Penyuluhan yang digelar pada Jumat, 11 Juli 2025 ini berlangsung lancar dan sesuai harapan. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif anggota majelis taklim yang mengajukan pertanyaan dan berbagi pendapat. Ketua Majelis Taklim Al-Ikhlas pun turut bersemangat mengikuti kegiatan ini, menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan tersebut.

Majelis Taklim Al-Ikhlas semangat mengikuti Sosialisasi GAS

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dan terdorong untuk melakukan pencatatan pernikahan secara resmi demi terciptanya keluarga yang harmonis, tertib administrasi, dan terlindungi secara hukum.


Penulis: Ilalang — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Selasa, 08 Juli 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Berikan Konseling Catin untuk Wujudkan Keluarga Sakinah dan Cegah Stunting

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan pendampingan dan informasi
pada calon pengantin. Selasa 08/07 '25

Probolinggo, 08 Juli 2025 – Kegiatan bimbingan dan konseling bagi calon pengantin (catin) kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd. pada Selasa (08/07/2025) di KUA Kecamatan Bantaran, Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kali ini, Neni Dwi Lestari memberikan konseling dan informasi kepada pasangan calon pengantin Yeyen Rahmawati dari Desa Kr. Anyar dan Murtadlo dari Desa Pohsangit Kidul. Materi yang disampaikan meliputi persiapan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, pembentukan generasi yang sehat, serta pencegahan stunting.

Menurut Neni Dwi Lestari, bimbingan pranikah ini penting untuk memberikan pemahaman kepada pasangan calon pengantin agar mampu mengelola rumah tangga dengan baik serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan calon anak sejak dini.

Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan sesuai harapan. Antusiasme kedua calon pengantin sangat terasa, terlihat dari keaktifan mereka bertanya seputar persiapan pernikahan dan upaya membentuk keluarga yang harmonis serta sehat.

Dengan adanya bimbingan ini, diharapkan pasangan calon pengantin semakin siap dalam mengarungi kehidupan rumah tangga, sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting demi terwujudnya generasi yang berkualitas di masa mendatang.


Penulis: Ilalang — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Senin, 07 Juli 2025

Santunan Anak Yatim Warnai Syiar Muharrom di Desa Karanganyar



Neni Dwi Lestari, S.Pd. dan Deaci Handini, S.Pd bersama anak
penerima santunan beserta keluarga

 Karanganyar — Suasana penuh haru dan kebersamaan terasa pada Senin, 7 Juli 2025, saat Majelis Taklim An-Nisa menyelenggarakan kegiatan Santunan Anak Yatim dalam rangka menyemarakkan bulan mulia, Muharrom. Acara ini berlangsung di Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, dengan dihadiri para tokoh masyarakat, jamaah majelis taklim, dan para anak yatim penerima santunan.


Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pembina dari Majelis Taklim An - Nisa yaitu Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Ibu Neni Dwi Lestari, S.Pd. dan Ibu Dechi Handini, S.Pd., yang memberikan tausiah penuh inspirasi. Dalam penyampaiannya, Ibu Neni mengingatkan pentingnya menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim sebagai salah satu amalan utama. Sementara itu, Ibu Dechi mengajak hadirin untuk merenungi hikmah mengasihi dan memperhatikan anak-anak yatim sebagai wujud cinta kasih dan bentuk nyata pengamalan ajaran Islam.


Acara berlangsung secara khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiah, dan kemudian prosesi pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Santunan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dan menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Ketua Majelis Taklim An-Nisa menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Semoga santunan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan menambah keberkahan kita semua di bulan Muharram ini,” ungkapnya.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan untuk para anak yatim dan masyarakat Desa Karanganyar.


Penulis: Ilalang — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Sabtu, 05 Juli 2025

Bimbingan Penyuluhan Percepatan Sertifikat Tanah Wakaf di Majelis Taklim Nurul Huda

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan pembinaan penyuluhan
kepada MT. Nurul Huda.  Sabtu 05/07 '25

Probolinggo, 05 Juli 2025 – Terlaksananya bimbingan penyuluhan mengenai percepatan sertifikat tanah wakaf melalui kegiatan bimbingan penyuluhan pada Majelis Taklim Nurul Huda mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Penyuluhan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd. Dalam kesempatan itu, beliau memberikan materi seputar wakaf dan program percepatan sertifikasi tanah wakaf sebagai bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya legalitas tanah wakaf.

Bertempat di Musholla Nurul Huda, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu, 05 Juli 2025, kegiatan berlangsung dengan baik dan sesuai harapan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan anggota majelis taklim terkait tata cara pengurusan sertifikat tanah wakaf.

Anggota MT. Nurul Huda mengikuti pembinaan dengan antusias

Bahkan, Ketua Majelis Taklim Nurul Huda turut mengungkapkan ketertarikannya terhadap program ini. Ia menyampaikan keinginannya untuk segera mendaftarkan sekolah yang dibangunnya agar memiliki legalitas tanah wakaf sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. berharap melalui kegiatan semacam ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya sertifikasi tanah wakaf, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan terjamin secara hukum. 


Penulis: Ilalang — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran