Sabtu, 31 Januari 2026

Penyuluh Agama Islam Gelar Dialog Keagamaan: Jaga Hati, Lisan, dan Pikiran

Neni Dwi Lestari, S.Pd.  bersama peserta dari Yayasan Al-Asy'ari

Bantaran – Sabtu, 31 Januari 2026, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., memberikan penyuluhan sekaligus memimpin dialog keagamaan di Yayasan Al-Asy’ari, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.


Pembacaan Maulid

Acara diawali dengan pembacaan Maulid Simtud Durar bersama para peserta, yang menambah kekhusyukan suasana sebelum memasuki inti kegiatan.

Dalam dialog tersebut, Neni Dwi Lestari menekankan pentingnya menjaga hati, lisan, dan pikiran sebagai wujud upaya melindungi diri dari segala keburukan. Menurutnya, sikap tersebut bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi benteng diri agar tidak mudah percaya pada hoaks dan tidak terjerumus dalam menerima informasi yang belum tentu benar.

“Menjaga hati, lisan, dan pikiran adalah bentuk nyata pengendalian diri. Hal ini juga menjadi salah satu cara kita menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan,” ujarnya di hadapan peserta.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Peserta yang hadir aktif menyimak, bertanya, serta memberikan respon positif.

Melalui dialog keagamaan ini, diharapkan para peserta semakin memiliki kesadaran untuk bersikap bijak dalam berpikir dan bertutur kata, sekaligus menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Perkuat Akhlak Sosial, Penyuluh Agama Islam Bina Kelompok Harum Insani tentang Adab terhadap Sesama


 Probolinggo — Penyuluh Agama Islam, Neni Dwi Lestari, S.Pd., kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kepada kelompok binaan Harum Insani pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Dalam pertemuan kali ini, materi yang disampaikan mengusung tema adab terhadap orang lain, dengan penekanan pada pentingnya menjaga sikap, ucapan, dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Penguatan nilai akidah dan pemahaman fikih tetap menjadi landasan utama dalam membentuk pribadi muslim yang santun dan berkarakter.

Neni Dwi Lestari menyampaikan bahwa hubungan antarsesama harus dibangun atas dasar iman, saling menghormati, dan kepedulian. Adab kepada orang lain tercermin melalui sikap rendah hati, menjaga lisan, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan semangat tolong-menolong dalam kebaikan. Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, nilai-nilai akhlak sosial perlu terus ditanamkan agar tidak tergerus oleh budaya individualisme.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh partisipasi aktif dari para anggota Harum Insani. Diskusi interaktif dan penyampaian contoh-contoh aplikatif menjadikan materi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan ini, diharapkan anggota kelompok Harum Insani semakin menyadari pentingnya menjaga adab dalam setiap interaksi sosial, sehingga mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berlandaskan iman yang kuat, serta membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Jumat, 30 Januari 2026

Merajut Sinergi Umat dari Akar Rumput, Penyuluh KUA Wonomerto Koordinasi dengan Muslimat NU

 


Wonomerto — Dalam upaya memperkuat sinergi kelembagaan dan optimalisasi peran penyuluhan keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wonomerto melaksanakan koordinasi dan pendekatan strategis dengan Ketua Muslimat NU Kecamatan Wonomerto pada Kamis, 29 Januari 2026. Pertemuan berlangsung di Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto.

Kegiatan ini diikuti oleh Muhamad Munir, S.Pd.I., Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI., Rohmad Wahyudi, S.Pd.I., dan Neni Dwi Lestari, S.Pd., yang bertemu langsung dengan Ketua Muslimat NU Kecamatan Wonomerto, Hj. Herlina Sri Rahma, M.Pd.

Koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala KUA Kecamatan Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., yang menginstruksikan para penyuluh untuk melakukan kunjungan dan pendataan terhadap unsur profesional da’i dan da’iyah di wilayah Kecamatan Wonomerto. Langkah ini menjadi tahap awal dalam memperkuat basis data serta membangun jejaring dakwah yang lebih terstruktur.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah rencana program penyuluhan yang akan dijalankan secara kolaboratif. Fokus utama diarahkan pada pencegahan pernikahan dini serta penanggulangan stunting melalui pendekatan keagamaan dan pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Suasana koordinasi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ketua Muslimat NU Kecamatan Wonomerto menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan apresiasi atas langkah awal yang dilakukan para penyuluh. Ia berharap kolaborasi ini dapat melahirkan program keagamaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di Kecamatan Wonomerto.

Melalui sinergi ini, KUA Wonomerto dan Muslimat NU berkomitmen untuk menghadirkan layanan dan pembinaan keagamaan yang lebih responsif, inklusif, serta berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Kamis, 29 Januari 2026

Penyuluh Agama KUA Wonomerto dan MWCNU Perkuat Sinergi, Siap Hadirkan Program Keagamaan yang Lebih Berdampak



Wonomerto — KUA Kecamatan Wonomerto melalui jajaran Penyuluh Agama Islam menjalin koordinasi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto dalam rangka memperkuat kolaborasi program keagamaan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MWCNU Wonomerto pada Jumat, 30 Januari 2026.

Kepala KUA Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H, melalui Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa kerja sama ini diarahkan pada penguatan program keagamaan yang lebih terstruktur dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi tersebut meliputi penguatan dakwah moderat, pembinaan umat, serta pemberdayaan lembaga keagamaan di tingkat akar rumput.

Menurutnya, kolaborasi antara KUA dan MWCNU merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan program pemerintah dengan gerakan keagamaan masyarakat. Dengan sinergi yang solid, diharapkan pelayanan dan pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih efektif serta menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, Ketua MWCNU Wonomerto, Ust. Muh. Muhsin, M.Pd, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan MWCNU untuk mendukung dan berperan aktif dalam pelaksanaan program bersama demi terwujudnya kegiatan keagamaan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Wonomerto.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak konkret dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama serta memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat di tengah masyarakat.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam 

Sabtu, 24 Januari 2026

Tanamkan Nilai Adab kepada Orang Tua di Era Modern, Penyuluh Agama Islam Lakukan Pembinaan pada Kelompok Binaan



Probolinggo — Penyuluh Agama Islam, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan kegiatan pembinaan kepada kelompok binaan Harum Insani pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan pembinaan ini mengangkat tema adab terhadap orang tua di zaman modern, dengan penekanan pada penguatan aspek akidah dan fikih sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter muslim yang kokoh di tengah perkembangan era digital dan dinamika sosial saat ini.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang memiliki kedudukan tinggi dalam ajaran Islam. Bentuk penghormatan tidak hanya diwujudkan melalui tutur kata yang lembut, tetapi juga melalui sikap hormat, kepedulian, ketaatan, serta doa yang tulus kepada orang tua. Penguatan akidah menjadi dasar agar setiap perilaku dilandasi keimanan yang benar, sementara pemahaman fikih membantu umat menjalankan kewajiban sesuai tuntunan syariat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat dari para peserta. Suasana pembinaan terasa hangat dan interaktif melalui dialog serta diskusi yang membangun, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan ini, diharapkan tumbuh kesadaran yang lebih kuat akan pentingnya adab kepada orang tua, sehingga dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berakidah lurus, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

 Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Penyuluh Agama Laksanakan Penyuluhan Silang di Majelis Taklim An-Nisa

 


Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan pada majelis taklim binaan, Neni Dwi Lestari melaksanakan kegiatan penyuluhan silang di Majelis Taklim An-Nisa pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Dusun Raab.

Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh anggota Majelis Taklim An-Nisa yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Penyuluhan dilaksanakan sebagai upaya memberikan penguatan keilmuan dan pemahaman kepada jamaah, khususnya terkait pembahasan keluarga sakinah serta pencegahan stunting dalam lingkungan keluarga.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas melalui penguatan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, disampaikan pula pemahaman mengenai stunting, faktor penyebab, serta peran keluarga dalam pencegahan sejak dini melalui pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi, dan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Antusiasme anggota majelis taklim patut diapresiasi, terlihat dari keaktifan jamaah dalam berdiskusi serta memberikan timbal balik yang positif selama sesi penyuluhan berlangsung.

Melalui kegiatan penyuluhan silang ini, diharapkan anggota Majelis Taklim An-Nisa mampu mengimplementasikan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam membangun keluarga sakinah maupun dalam mendukung upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Jumat, 23 Januari 2026

Masa PKL Berakhir, KUA Pusaka Wonomerto Lepas Siswa SMKN 1 Wonomerto dengan Pesan Penguatan

 


Wonomerto — Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMKN 1 Wonomerto di KUA Pusaka Wonomerto resmi berakhir pada Jumat, 23 Januari 2026. Penarikan siswa dilaksanakan sebagai tanda selesainya masa praktik yang telah dijalani di lingkungan KUA Wonomerto.

Selama mengikuti program PKL, para siswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan administrasi perkantoran serta pelayanan keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengenal sistem kerja di instansi pemerintah sekaligus membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika pelayanan publik.

Kepala KUA Pusaka Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan sikap disiplin yang ditunjukkan para siswa selama menjalani masa praktik. Ia berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapan memasuki dunia kerja.

“Pengalaman ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun profesionalitas dan karakter yang kuat di masa depan,” ujarnya.

Turut hadir dan mendampingi dalam kegiatan tersebut, Neni Dwi Lestari, yang memberikan penguatan serta motivasi kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, semangat belajar, dan etos kerja sebagai kunci utama meraih keberhasilan.

Sementara itu, pihak SMKN 1 Wonomerto menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan kesempatan yang telah diberikan oleh KUA Wonomerto. Kerja sama ini diharapkan terus terjalin sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter.

Dengan berakhirnya program PKL ini, para siswa secara resmi dikembalikan kepada pihak sekolah untuk melanjutkan proses pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.

Rabu, 21 Januari 2026

DWP KUA Wonomerto Hadiri Penguatan Program Kerja 2026 dan Peringatan Isra’ Mi’raj Kemenag Kabupaten Probolinggo


Probolinggo — Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Kecamatan Wonomerto turut ambil bagian dalam kegiatan Penguatan Program Kerja DWP Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan diikuti seluruh perwakilan DWP satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk komitmen kebangsaan dan loyalitas terhadap organisasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istighotsah, serta lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan suasana religius dan penuh keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Hj. Siti Choiriyah Samsur, S.Pd., menyampaikan tausiyah mengenai makna dan sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ia mengulas perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.

Selain tausiyah, beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh anggota DWP agar senantiasa aktif dan berkontribusi dalam kegiatan organisasi. Ia menegaskan bahwa peran seorang istri sangat strategis dalam mendukung tugas dan karier suami, sekaligus menjadi mitra aktif Kementerian Agama melalui organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Program Kerja (Proker) DWP Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Program tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dan diimplementasikan oleh seluruh DWP pada masing-masing satuan kerja, termasuk DWP KUA Kecamatan Wonomerto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Neni Dwi Lestari, yang berbaur bersama anggota DWP KUA Wonomerto dan peserta lainnya dalam mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Acara ditutup dengan doa bersama serta pembagian hadiah kehadiran kepada peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh agenda dan rapat koordinasi DWP sepanjang tahun 2026 dapat berjalan lancar, memperkuat sinergi, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga, dan masyarakat luas.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Senin, 19 Januari 2026

Pendampingan penyuluhan dan konseling pada warga Patalan

 



Neni Dwi Lestari, S.Pd., Penyuluh Agama Islam, memberikan penguatan dan penyuluhan kepada warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kantor KUA Kecamatan Wonomerto.

Kegiatan ini dilaksanakan kepada warga yang hadir di KUA Wonomerto untuk mengikuti pendampingan dan konseling, sekaligus mengajukan permohonan nomor register sebagai syarat penerbitan duplikat buku nikah yang hilang. Pendampingan ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang diberikan kepada masyarakat dalam menyikapi persoalan rumah tangga secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari memberikan penguatan spiritual dan emosional, agar yang bersangkutan dapat bersikap tenang, tidak terburu-buru, serta mampu mempertimbangkan setiap keputusan dengan matang. Penguatan ini diberikan mengingat duplikat buku nikah merupakan dokumen penting yang dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan administrasi dalam mengambil langkah selanjutnya terkait keberlanjutan kehidupan rumah tangga yang akan dijalani.

Kegiatan penguatan dan penyuluhan ini berlangsung dengan baik, tertib, dan kondusif. Diharapkan, melalui pendampingan yang diberikan, yang bersangkutan dapat memperoleh ketenangan batin serta menjadikan penyuluhan ini sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan terbaik ke depan.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Wonomerto dalam memberikan pelayanan keagamaan yang humanis, solutif, dan menjunjung nilai kehati-hatian demi kemaslahatan umat.


Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Kamis, 15 Januari 2026

Konseling dan Penyuluhan Keluarga Sakinah bagi Mempelai Desa Bantaran Bersama Orang Tua

 


Dalam upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan, Neni Dwi Lestari melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keluarga sakinah bagi mempelai asal Desa Bantaran bersama orang tua pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka di Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Konseling dan penyuluhan ini diikuti oleh mempelai beserta keluarga sebagai bentuk pembinaan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon pasangan dan orang tua mengenai pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis, saling menghormati, serta berlandaskan nilai-nilai agama.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi seputar konsep keluarga sakinah, peran dan tanggung jawab suami istri, serta pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Kehadiran orang tua diharapkan dapat memperkuat sinergi dan komunikasi antara pasangan dan keluarga besar dalam membangun kehidupan pernikahan yang berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik, tertib, dan kondusif. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif, sehingga materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh yang bersangkutan dan diharapkan mampu diterapkan dalam kehidupan rumah tangga di kemudian hari.

Melalui kegiatan konseling dan penyuluhan keluarga sakinah ini, diharapkan mempelai dan keluarga memiliki kesiapan lahir dan batin dalam membangun rumah tangga yang harmonis, bahagia, serta diridhai oleh Allah SWT. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Rabu, 14 Januari 2026

HAB Ke-80, Kemenag Kabupaten Probolinggo Teguhkan Komitmen Pengabdian dan Layanan Inklusif

 


Probolinggo — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggelar Resepsi Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 pada Rabu, 14 Januari 2026, dengan penuh khidmat dan meriah. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HAB yang dilaksanakan dalam suasana kebersamaan, rasa syukur, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.


Resepsi tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, jajaran pimpinan Kemenag Kabupaten Probolinggo, para Kepala KUA, Aparatur Sipil Negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas instansi. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi dan soliditas Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada umat.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut Neni Dwi Lestari, selaku Penyuluh Agama Islam, yang berbaur bersama jajaran ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam memeriahkan resepsi HAB ke-80.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Amal Bakti bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen pengabdian. “HAB menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan yang profesional, moderat, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim, Dr. H. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, menekankan pentingnya muhasabah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan umat. Ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menjadikan momentum HAB sebagai pijakan dalam meningkatkan kinerja agar lebih baik dari tahun sebelumnya.


Melalui resepsi HAB ke-80 ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar Kementerian Agama dan mitra kerja, tetapi juga meneguhkan kembali semangat pengabdian sebagai ruh dalam setiap tugas dan pelayanan.

Dengan terselenggaranya kegiatan secara lancar dan sukses, Kemenag Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kepercayaan publik, serta menghadirkan layanan keagamaan yang semakin inklusif, profesional, dan berkualitas bagi masyarakat.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Sabtu, 10 Januari 2026

Penyuluh Agama Laksanakan Penyuluhan Silang di Majelis Taklim Al-Mansyuri


 Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan pada majelis taklim binaan, Neni Dwi Lestari melaksanakan kegiatan penyuluhan pada Majelis Taklim Al-Mansyuri sebagai bagian dari program penyuluhan silang pada majelis taklim binaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 bertempat di Masjid Al-Mansyuri, Desa Besuk, Kecamatan Bantaran.

Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh anggota Majelis Taklim Al-Mansyuri yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Penyuluhan dilaksanakan sebagai upaya memberikan penguatan keilmuan dan pemahaman kepada jamaah, khususnya terkait konsep keluarga sakinah serta upaya pencegahan stunting dalam keluarga.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, dan berkualitas. Selain itu, disampaikan pula materi mengenai stunting, mulai dari pemahaman dasar, faktor penyebab, hingga peran keluarga dalam pencegahan sejak dini melalui pola asuh, pemenuhan gizi, dan lingkungan yang sehat.

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Antusiasme para anggota majelis taklim patut diapresiasi, terlihat dari partisipasi aktif jamaah yang memberikan timbal balik positif melalui diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan penyuluhan silang ini, diharapkan anggota Majelis Taklim Al-Mansyuri memperoleh tambahan wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam membangun keluarga yang sakinah maupun dalam mendukung upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Jumat, 09 Januari 2026

Laksanakan Giat Khotmil Qur’an di Kemenag Kabupaten Probolinggo, Penyuluh Agama Islam khidmat dalam lantunan Ayat Suci Al-Qur'an

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Probolinggo

Dalam rangka penguatan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas, Penyuluh Agama Islam dari enam kecamatan melaksanakan kegiatan Khotmil Qur’an pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Masjid Ar-Rahiem Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Probolinggo

Kegiatan Khotmil Qur’an ini diikuti oleh penyuluh agama Islam dari Kecamatan Wonomerto, Leces, Sumberasih, Gending, Dringu, dan Tegalsiwalan. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Kepala Kantor dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Probolinggo

Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama Islam bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk penguatan iman, peningkatan spiritualitas, serta pembiasaan amalan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama. Khotmil Qur’an juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan kebersamaan antarpenyuluh lintas kecamatan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat. Suasana religius terasa sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan para penyuluh agama Islam dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Probolinggo

Melalui giat Khotmil Qur’an ini, diharapkan para penyuluh agama Islam semakin meningkatkan keistiqamahan dalam mengamalkan ajaran Al-Qur’an, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung program pembinaan keagamaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam (KUA Wonomerto)

Rabu, 07 Januari 2026

Menuju Penyuluh Profesional dan Berdampak, PW IPARI Jatim Gelar Road to Bimtek

 

Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Jawa Timur menggelar kegiatan Road to Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama Tahap XV pada Selasa, 7 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.


Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota IPARI dari Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kota Probolinggo. Bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya membangun silaturahim antarpenyuluh agama sekaligus meningkatkan pemahaman terkait pelaporan kinerja, penyusunan administrasi kepenyuluhan, serta penguatan teknis pelaksanaan tugas penyuluh agama di lapangan.


Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI yang berlangsung khidmat. Pada momen pembukaan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wonomerto, Ustadzah Neni Dwi Lestari—yang sebelumnya bertugas di KUA Kecamatan Bantaran—turut ambil bagian sebagai petugas acara dengan bertugas sebagai dirijen lagu. Peran tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana pembukaan kegiatan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Sa’dun. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan bimtek ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi penyuluh agama sebagai aparatur negara. Penyuluh agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dituntut memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme yang tinggi dalam memberikan pelayanan keagamaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala Subdirektorat Penyelenggaraan Zakat, Wakaf, dan Dana Sosial (Penais Zawa) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. Moch. Fachurrozi. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa penyuluh agama memiliki peran aktif dan strategis dalam berbagai aktivitas pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh dituntut mampu berkolaborasi secara lintas sektoral maupun lintas agama guna mewujudkan pelayanan prima, mengingat penyuluh agama merupakan wajah terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa penyuluh agama adalah sosok multifungsi yang menjalankan tugas informatif, edukatif, advokatif, dan konsultatif. Peran tersebut diwujudkan melalui dakwah, konseling, mediasi, serta pendampingan berbagai isu kontemporer seperti moderasi beragama, pencegahan pernikahan dini, hingga penanggulangan paham radikalisme. Selain itu, penyuluh agama juga berperan aktif dalam pelayanan persyaratan ijazah Madrasah Diniyah, pembinaan majelis taklim, pengelolaan wakaf, serta zakat.

Melalui kegiatan Road to Bimtek ini, diharapkan para penyuluh agama semakin profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan zaman dalam menjalankan tugas negara, serta mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.


Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam


Senin, 05 Januari 2026

Silaturahmi Antar KUA, KUA Wonomerto Terima Penyuluh Agama Islam dari KUA Bantaran

Dilansir dari https://kuawonomerto.wordpress.com dalam artikel berjudul "Silaturrahmi Keluarga Besar KUA Bantaran di KUA Wonomerto"(Munir)

KUA Wonomerto, 5 Januari 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonomerto menerima kunjungan silaturahmi dari keluarga besar KUA Bantaran. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bantaran, Fadlur Rahman, S.H., dalam rangka penyerahan Penyuluh Agama Islam yang mendapat penugasan baru di KUA Wonomerto.

Rombongan KUA Bantaran disambut hangat oleh Kepala KUA Pusaka Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., bersama seluruh jajaran pegawai. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan hubungan baik dan sinergi antar-KUA di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Wonomerto menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta menegaskan pentingnya kerja sama dan koordinasi lintas wilayah demi meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Ia juga berharap penyuluh agama Islam yang baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru.

Kegiatan silaturahmi ini ditutup secara sederhana namun penuh makna, sebagai wujud doa dan harapan bersama agar penyuluh agama Islam yang baru dapat memberikan kontribusi positif dan optimal dalam mendukung program pembinaan keagamaan di wilayah Kecamatan Wonomerto.

Rewriter byN'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Sabtu, 03 Januari 2026

Penyuluh Agama Islam Berikan Penyuluhan Keluarga Sakinah dan Legalitas Pernikahan


Dalam rangka memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan bermartabat, Neni Dwi Lestari, S.Pd., Penyuluh Agama Islam, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan pada Jumat, 3 Januari 2026, bertempat di Majelis Taklim Nurul Huda, Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan penyuluhan ini mengangkat tema keluarga sakinah dan pentingnya legalitas pernikahan secara agama dan hukum negara. Materi disampaikan sebagai upaya memberikan pemahaman bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia, sehingga pernikahan harus dilaksanakan secara sah dan bertanggung jawab.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang diliputi ketenangan, rasa aman, dan kedamaian lahir batin. Ketenangan tersebut lahir dari hubungan suami istri yang sah, dilandasi iman dan takwa, serta dilengkapi dengan nilai mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Disampaikan pula bahwa keluarga sakinah bukan berarti tanpa masalah, namun mampu menyelesaikan persoalan dengan musyawarah dan nilai-nilai Islam.

Selain itu, penyuluhan menekankan pentingnya legalitas pernikahan, baik secara agama maupun hukum negara. Legalitas pernikahan dipandang bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk perlindungan terhadap hak-hak suami, istri, dan anak, termasuk kepastian status hukum, kejelasan nasab, serta perlindungan apabila di kemudian hari terjadi permasalahan rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan dampak yang dapat timbul akibat pernikahan yang tidak memiliki legalitas hukum, seperti rentannya hak istri dan anak, kesulitan dalam mengakses layanan negara, serta potensi munculnya konflik keluarga dan sosial. Oleh karena itu, peran KUA dan Penyuluh Agama Islam sangat penting dalam memberikan edukasi, pendampingan pencatatan nikah, serta pencegahan praktik nikah siri melalui pendekatan keagamaan yang persuasif.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini berlangsung dengan baik dan kondusif, serta diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada peserta mengenai pentingnya membangun rumah tangga yang sah, harmonis, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa legalitas pernikahan merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yang diridhai Allah SWT.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam

Pegawai Kemenag Kabupaten Probolinggo Ikuti Upacara Moderasi Beragama Peringatan Hari Amal Bakti

 

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB), seluruh pegawai di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mengikuti upacara keberagaman moderasi beragama yang dilaksanakan pada Jumat, 3 Januari 2026, bertempat di Gerbang Wisata Sukapura, Kabupaten Probolinggo.


Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan dihadiri oleh tamu undangan dari tetuah Suku Tengger, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan keberagaman budaya. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Probolinggo, Dr. Gus Haris, hadir bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan memimpin jalannya upacara dengan khidmat.


Pelaksanaan upacara di lokasi tersebut menjadi simbol sinergi antara nilai keagamaan, kebangsaan, dan kearifan lokal. Peringatan HAB Kementerian Agama ke-80 tahun ini mengusung tema “Kemenag Berdampak”, dengan penekanan pada penguatan toleransi antarumat beragama, menjunjung tinggi integritas, serta kemampuan aparatur untuk beradaptasi dan melawan arus perkembangan zaman dengan terus menggali potensi diri agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta, yang seluruhnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Seluruh satuan kerja hadir lengkap tanpa terkecuali, termasuk KUA Kecamatan Bantaran, sebagai wujud komitmen, soliditas, dan kebersamaan dalam memperingati HAB Kemenag ke-80.


Upacara keberagaman moderasi beragama ini berlangsung tertib, khidmat, dan sarat nilai religius. Kegiatan ini juga menjadi momentum bersejarah, karena untuk pertama kalinya upacara HAB digelar di Gerbang Wisata Sukapura, serta menjadi instansi pertama dan satu-satunya yang melaksanakan upacara kenegaraan di lokasi tersebut, yakni Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Momentum peringatan HAB ke-80 ini juga dihadiri oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang turut menyerahkan 150 sertifikat wakaf sebagai wujud nyata tata kelola keagamaan yang akuntabel dan tertib administrasi. Selain itu, kegiatan ini dirangkai dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim serta penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi tingkat provinsi, disertai dengan berbagai bentuk apresiasi lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo semakin memperkuat integritas, profesionalitas, serta peran strategisnya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, seiring dengan tantangan dan dinamika perkembangan zaman.


Jumat, 02 Januari 2026

Penyuluh Agama Islam Ikuti Semaan Khotmil Qur’an dan Doa Munajat Se-Jawa Timur dalam Rangka HAB Kemenag ke-80



 


Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Neni Dwi Lestari, S.Pd., Penyuluh Agama Islam, mengikuti kegiatan Semaan Khotmil Qur’an dan Doa Munajat Se-Jawa Timur yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 2 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan perintah langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif seluruh jajaran Kementerian Agama dalam menyemarakkan rangkaian kegiatan HAB ke-80. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN Kementerian Agama dapat memperkuat spiritualitas dan kebersamaan dalam pengabdian.

Pelaksanaan Semaan Khotmil Qur’an dan Doa Munajat ini diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, sehingga dapat diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai daerah di Jawa Timur secara serentak.


Kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh makna, dan tertib. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang disemakan serta doa munajat yang dipanjatkan menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh peserta dalam menyongsong peringatan HAB Kemenag ke-80.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan pengabdian semakin menguat dalam diri setiap ASN Kementerian Agama, sehingga mampu terus memberikan pelayanan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam