Senin, 30 Juni 2025

Kolaborasi Lintas Sektoral: Penguatan Pemahaman Pencegahan Pernikahan Dini dan Nilai Keagamaan

 

Neni Dwi Lestari,S.Pd. Bersama Kaur Keuangan Desa karanganyar Bpk. Cholilur Rohman,S.Pd.

Karanganyar, 30 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang korelasi antara pencegahan pernikahan anak usia dini dan penguatan nilai-nilai keagamaan, telah terlaksana kegiatan koordinasi lintas sektoral yang bertempat di Balai Desa Karanganyar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama Plt. Kepala Desa Karanganyar yang diwakili oleh Kaur Keuangan, Bapak Cholilur Rohman, S.Pd.

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antar sektor dalam menanggapi fenomena pernikahan usia dini yang masih terjadi di masyarakat. Dengan penguatan nilai-nilai agama yang tepat, diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya pernikahan yang sehat dan siap secara lahir batin.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan, ditandai dengan diskusi yang komunikatif serta semangat kerja sama dari semua pihak yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi lintas sektoral dapat terus berjalan secara berkelanjutan untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera, religius, dan sadar akan pentingnya usia matang dalam membangun keluarga.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Jumat, 20 Juni 2025

Anak-anak “Harum Insani” Dibekali Pemahaman Pencegahan Bullying Sejak Dini dalam Perspektif Islam

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan Penyuluhan pada kelompok Binaan

 

Bantaran, 20 Juni 2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., kembali menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan kepada kelompok binaan khusus tingkat 1 “Harum Insani” yang beranggotakan anak-anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 20 Juni 2025, di Desa Bantaran, dengan tema pembinaan “Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah Melalui Peran Serta Keluarga dan Orang Tua dalam Perspektif Islam.”

Penyuluhan berlangsung dengan suasana ceria dan menyenangkan. Materi disampaikan secara ringan, penuh gambar, cerita, dan permainan edukatif yang membuat anak-anak terlibat aktif dan mudah memahami pesan yang disampaikan.

Neni Dwi Lestari, S.Pd. menjelaskan bahwa mengenalkan nilai-nilai kebaikan sejak dini sangat penting, terutama terkait perilaku perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. “Anak-anak perlu diajarkan bahwa saling menyakiti, mengejek, atau mengucilkan teman adalah perbuatan yang tidak baik dan dilarang dalam Islam. Sebaliknya, mereka perlu dibiasakan untuk saling menyayangi, menolong, dan menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia di rumah. Melalui kolaborasi antara lingkungan keluarga, sekolah, dan pembinaan keagamaan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang santun dan peduli terhadap sesama.

Anak-anak kelompok “Harum Insani” terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan interaktif yang diberikan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar nyata untuk membangun karakter generasi muda sejak usia dini, agar kelak menjadi insan yang berakhlak mulia, cinta damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis:Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Rabu, 18 Juni 2025

Pembinaan dan Rapat Koordinasi KUA Bantaran Bahas Program Desa Cinta Buku Nikah

Plt. Kepala KUA Bantaran Bersama Penghulu dan Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran
 

Bantaran — Bertempat di Aula KUA Kecamatan Bantaran, pada hari Rabu (18/6/2025), Plt. Kepala KUA Kecamatan Bantaran, Bapak Fadlur Rahman, S.H., memimpin langsung kegiatan Pembinaan dan Rapat Koordinasi bersama seluruh Penghulu dan Penyuluh Agama di lingkungan KUA Bantaran.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas progres pembentukan Program "Desa Cinta Buku Nikah", sebuah program yang diinisiasi untuk mempercepat peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya melaksanakan pernikahan yang sah dan tercatat secara hukum dan agama.



Plt. Kepala KUA Bantaran menyimak usulan dalam pembentukan Desa Cinta Buku Nikah


Judul "Desa Cinta Buku Nikah" dicetuskan oleh Ibu Neni Dwi Lestari, S.Pd., salah satu Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Bantaran.

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran, Neni D'Lestari, S.Pd., yang turut menggagas nama program, menyampaikan:

"Melalui program ini, diharapkan masyarakat makin sadar pentingnya legalitas pernikahan, demi ketahanan keluarga."

Program ini mengusung slogan:

"Cinta Buku Nikah, Bentuk Cinta Keluarga Berlegalitas."

Dalam rapat tersebut juga diputuskan bahwa Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, ditunjuk sebagai desa percontohan untuk penerapan awal program ini.

Selain itu, rapat juga membahas strategi penguatan peran Penyuluh Agama dalam pembinaan desa binaan, guna mempercepat peningkatan jumlah pernikahan yang tercatat di seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Bantaran.

Plt. Kepala KUA Bantaran dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Desa Cinta Buku Nikah merupakan bagian penting dalam mendorong masyarakat menuju kesadaran hukum, sekaligus memperkuat ketahanan dan perlindungan keluarga.

Dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran Penghulu dan Penyuluh Agama, KUA Bantaran optimis program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kecamatan Bantaran.







Generasi Rabbani Antusias Ikuti Penyuluhan Pencegahan Bullying dalam Perspektif Islam

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan penyuluhan yang disambut antusias oleh kelompok binaan

Bantaran, 18 Juni 2025 — Kesadaran remaja terhadap pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan ramah kembali dikuatkan dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan Agama Islam oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama kelompok binaan khusus tingkat 1 “Generasi Rabbani” yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025, di Desa Bantaran.

Mengusung tema “Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah Melalui Peran Serta Keluarga dan Orang Tua dalam Perspektif Islam”, kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pemahaman tentang bahaya bullying serta pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan agama dalam menciptakan lingkungan yang positif.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan, dialogis, dan sesuai dengan dunia remaja, sehingga membuat para peserta terlibat aktif dan merasa nyaman selama penyuluhan berlangsung. Peserta tampak antusias menyampaikan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari, S.Pd. menegaskan bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk saling menghargai dan tidak menyakiti sesama. “Bullying dalam bentuk apa pun bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting dalam menanamkan nilai akhlak dan empati sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa remaja perlu menjadi bagian dari solusi, bukan justru pelaku atau pembiarsa perundungan. Melalui pemahaman agama yang benar, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin pembinaan kelompok “Generasi Rabbani”, yang dibentuk sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritual remaja di wilayah Kecamatan Bantaran. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda semakin tangguh secara mental, berakhlak mulia, dan mampu menjaga harmoni di lingkungan sekitar.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Jumat, 13 Juni 2025

Generasi Rabbani Antusias Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS dalam Perspektif Islam

 

Kelompok Binaan Generasi Rabbani Antusias mengikuti Penyuluhan yang dilakukan
oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kec, Bantaran Neni Dwi Lestari, S.Pd.

Bantaran, 13 Juni 2025 — Kelompok binaan remaja “Generasi Rabbani” kembali menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan Agama Islam yang digelar oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., pada Jumat, 13 Juni 2025, di Desa Bantaran.

Kegiatan kali ini mengangkat tema yang sangat penting dan relevan dengan kehidupan remaja, yaitu “Narkoba dan HIV/AIDS serta Relevansinya dalam Perspektif Islam”. Materi ini disampaikan secara interaktif dan aplikatif, sehingga mudah dicerna dan mampu menggugah kesadaran para peserta.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif, penyuluhan ini berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh antusias. Para anggota kelompok binaan tampak aktif dalam berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat mereka.

Penyuluh Neni Dwi Lestari, S.Pd. menyampaikan bahwa remaja adalah generasi yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan, sehingga perlu dibekali dengan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga dari sudut pandang agama.

“Islam sangat menjunjung tinggi keselamatan jiwa dan larangan terhadap hal-hal yang membahayakan diri. Narkoba dan perilaku menyimpang yang menyebabkan HIV/AIDS jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat. Karenanya, edukasi dini sangat penting bagi remaja agar mereka mampu menjaga diri dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Melalui pembinaan ini, diharapkan remaja “Generasi Rabbani” tidak hanya memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, tetapi juga memiliki landasan iman dan kesadaran spiritual untuk menjauhinya. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya pencegahan dini yang berbasis nilai-nilai keislaman.



Kamis, 12 Juni 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Lakukan Pendampingan Konseling Pencegahan Stunting secara Door to Door

Neni Dwi Lestari,S.Pd. dan Dechi Handini bersama Ibu Nurhayati

 

Besuk, 12 Juni 2025 — Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd. dan Dechi Handini, S.Pd., melaksanakan kegiatan pendampingan konseling kepada warga dalam rangka pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan secara door to door untuk memastikan pelayanan yang fleksibel, humanis, dan mudah diakses masyarakat.

Konseling ini diberikan kepada Ibu Nur Hayati, warga Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, di kediamannya pada 12 Juni 2025. Dalam kegiatan tersebut, penyuluh memberikan edukasi mengenai pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting serta bagaimana menerapkan pola hidup sehat secara islami dan berkelanjutan.

Pelayanan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Ibu Nur Hayati mengaku sangat terbantu dengan kehadiran penyuluh yang datang langsung ke rumah, karena selain bisa berkoordinasi dengan nyaman, juga dapat berkonsultasi secara personal dan terbuka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan dan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam isu-isu penting seperti stunting yang berdampak jangka panjang terhadap generasi penerus.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Rabu, 11 Juni 2025

Anak-anak “Harum Insani” Ceria Ikuti Penyuluhan Makna Pengorbanan Idul Adha

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan Penyuluhan kepada kelompok binaan


Bantaran, 11 Juni 2025 — Keceriaan terpancar dari wajah-wajah polos anak-anak kelompok binaan “Harum Insani” saat mengikuti kegiatan bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., pada Rabu, 11 Juni 2025 di Desa Bantaran.

Materi yang disampaikan kali ini bertema “Makna Pengorbanan dalam Idul Adha”, yang dikemas secara ringan dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. Penyuluhan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin kelompok “Harum Insani” yang memang difokuskan pada edukasi agama sejak usia dini.

Dengan pendekatan bercerita, bermain, dan berdialog interaktif, anak-anak diajak mengenal kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta nilai-nilai penting dalam berkurban, seperti keikhlasan, ketaatan, dan berbagi kepada sesama.

“Kami ingin menanamkan semangat berkurban dalam bentuk yang sesuai usia mereka, agar mereka sejak kecil sudah mengenal nilai-nilai Islam yang mulia dengan cara yang ceria,” ungkap Neni Dwi Lestari, S.Pd.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias dan kebahagiaan. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tapi juga aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, menunjukkan bahwa mereka benar-benar terlibat dan menikmati pembinaan yang diberikan.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan terbentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tumbuh dengan pondasi iman, akhlak, dan cinta terhadap ajaran Islam.


 Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Kamis, 05 Juni 2025

Remaja “Generasi Rabbani” Antusias Ikuti Penyuluhan Spesial Idul Adha

Neni Dwi lestari, S.Pd., memberikan penyampaian penyuluhan pada kelompok binaan.

Bantaran, 5 Juni 2025 — Kegiatan rutin bimbingan penyuluhan agama Islam kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama kelompok binaan khusus tingkat 1 “Generasi Rabbani” yang beranggotakan para remaja.

Dalam pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Makna Pengorbanan dalam Idul Adha”. Bertempat di Desa Bantaran, Kamis, 5 Juni 2025, suasana penyuluhan berlangsung penuh semangat, hangat, dan menyenangkan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap bagian dari kegiatan pembinaan.

Sebagai kelompok binaan yang aktif dan rutin mendapatkan penyuluhan, “Generasi Rabbani” terus diberi bekal nilai-nilai keislaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Pada momentum menjelang Idul Adha, materi pengorbanan diangkat untuk menanamkan pemahaman spiritual dan sosial dalam diri para remaja.

“Semangat berkurban bukan hanya menyembelih hewan, tapi juga tentang keikhlasan memberikan yang terbaik, berkorban waktu, ego, dan keinginan pribadi demi kebaikan bersama,” terang Neni Dwi Lestari dalam penyampaian materinya.

Melalui metode penyampaian yang interaktif, para remaja diajak memahami kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS secara kontekstual dan aplikatif. Tujuannya, agar mereka dapat meneladani nilai-nilai pengorbanan dalam kehidupan sebagai generasi muda yang tangguh, peduli, dan berakhlak.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Mereka merasa senang bisa belajar agama dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Diharapkan, pembinaan yang konsisten ini dapat terus menjadi wadah penguatan iman, karakter, dan semangat kebangsaan remaja Islam di wilayah Bantaran.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Rabu, 04 Juni 2025

Bimbingan Penyuluhan “Harum Insani” Angkat Tema Hari Lahir Pancasila dalam Perspektif Islam

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. Bersama kelompok binaan menyampaikan materi penyuluhan

Bantaran, 4 Juni 2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, sukses melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan kepada kelompok binaan “Harum Insani” dengan mengusung materi bertema “Hari Lahir Pancasila sebagai Wujud Nilai Islam dan Relevansinya dengan Islam”.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, 4 Juni 2025, di Desa Bantaran ini berlangsung dengan suasana penuh semangat dan kebahagiaan. Para peserta, yang merupakan anak-anak usia dini, tampak sangat antusias mengikuti penyuluhan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Penyuluhan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kepada tanah air sejak usia dini dengan mengenalkan makna Hari Lahir Pancasila serta mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam seperti keadilan, musyawarah, dan persatuan. Diharapkan, melalui pendekatan ini, generasi muda dapat tumbuh sebagai pribadi yang cinta negara sekaligus berakhlak mulia.

Neni Dwi Lestari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyuluhan agama Islam yang selaras dengan misi membentuk karakter kebangsaan yang religius, “Anak-anak perlu dikenalkan pada dasar negara dengan cara yang sesuai dengan usia mereka. Pancasila bukan hanya milik bangsa, tapi juga sejalan dengan ajaran Islam dalam membentuk masyarakat yang adil dan beradab,” ujarnya.

Melalui bimbingan seperti ini, KUA Kecamatan Bantaran berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan moral dan spiritual generasi penerus bangsa.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran


Selasa, 03 Juni 2025

Temu Wicara Percepatan Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Dechi Handini, S.Pd. pada giat Temu Wicara Pengawasan Percepatan Sertikat Halal

 Probolinggo — Pada Selasa, 3 Juni 2025, bertempat di Warung Buka Kembali (WBK), Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dilaksanakan kegiatan Temu Wicara Pengawasan terkait percepatan sertifikasi halal bagi UMKM.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DPR RI Komisi 3, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran, Dechi Handini, S.Pd., turut menghadiri kegiatan ini, yang membahas berbagai ide dan usulan kepada DPR RI Komisi 3 untuk diteruskan ke tingkat pusat. Salah satu fokus utama adalah agar kuota sertifikasi halal bagi UMKM dapat diperpanjang dan ditambah, guna mempercepat proses sertifikasi bagi pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak UMKM yang mendapatkan pendampingan dan kemudahan dalam memperoleh sertifikat halal.

Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran

Rakor Percepatan Sertifikasi Halal Kabupaten Probolinggo

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. Penyuluh agama islam KUA Bantaran
bersama Tim BPJPH Kementerian Agama Kab. Probolinggo

Probolinggo — Selasa, 3 Juni 2025, bertempat di WBK (Warung'e Buka Kembali), Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan Sertifikasi Halal bersama Tim Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Rakor ini dihadiri oleh Neni Dwi Lestari, S.Pd. (Penyuluh KUA Bantaran), tim BPJPH Kemenag Kabupaten Probolinggo, serta Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I. (Sekretaris Satgas dan Pengawas Jaminan Produk Halal Kemenag).

Kegiatan yang berlangsung satu jam sebelum acara Temu Wicara bertema “Akselerasi Sertifikasi Halal di Kabupaten Probolinggo” ini membahas langkah percepatan proses sertifikasi halal, strategi penyuluhan dan pendampingan kepada UMKM, serta pengajuan tambahan kuota halal melalui DPR RI Komisi 3 yang turut hadir sebagai narasumber pada sesi selanjutnya.

Dengan Rakor ini, diharapkan upaya percepatan sertifikasi halal di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran