Sabtu, 20 Juni 2026

Neni Dwi Lestari Ikuti Bimtek Penguatan P3H, Tingkatkan Kompetensi Pendampingan Sertifikasi Halal

 

Sumberasih — Sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam pendampingan sertifikasi halal, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan dan Pembinaan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang diselenggarakan oleh LP3H Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) agar senantiasa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan regulasi dan standar pelaksanaan sertifikasi halal di Indonesia. Melalui bimtek tersebut, peserta memperoleh penguatan mengenai tugas dan tanggung jawab pendamping halal, prosedur pendampingan pelaku usaha, verifikasi dokumen, hingga implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Dalam pelaksanaannya, narasumber juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan ketelitian seorang P3H dalam mendampingi pelaku usaha, sehingga proses pengajuan sertifikasi halal dapat berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh BPJPH. Pendamping halal memiliki peran strategis sebagai mitra pelaku usaha untuk memastikan setiap tahapan pengajuan dilakukan secara benar, transparan, dan memenuhi persyaratan yang berlaku.





Sebagai Penyuluh Agama Islam sekaligus Pendamping Proses Produk Halal, Neni Dwi Lestari mengikuti seluruh rangkaian bimtek dengan penuh antusias. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kualitas pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya pelaku UMK di wilayah Kecamatan Sumberasih yang tengah mengajukan sertifikasi halal.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh semangat pembelajaran. Selain memperoleh materi teknis, peserta juga diberikan ruang diskusi untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pendampingan di lapangan.

Melalui keikutsertaan dalam Bimtek Penguatan dan Pembinaan P3H yang diselenggarakan oleh LP3H Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, diharapkan kompetensi penyuluh sebagai pendamping halal semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan pendampingan yang profesional, akurat, dan berkualitas. Hal ini sejalan dengan komitmen KUA Sumberasih dalam mendukung percepatan sertifikasi halal serta mendorong terwujudnya ekosistem produk halal yang semakin kuat di tengah masyarakat.

Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Rabu, 17 Juni 2026

Rapat Terbatas Digelar, KUA Sumberasih Matangkan Program Baru

 

Berita Selengkapnya terbit di Portal KUA Sumberasih

👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


Rapat Terbatas Digelar, KUA Sumberasih Matangkan Program Baru

Rapat Terbatas Digelar, KUA Sumberasih Matangkan Program Baru

  

Berita Selengkapnya terbit di Portal KUA Sumberasih

👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


Rapat Terbatas Digelar, KUA Sumberasih Matangkan Program Baru

Semarak Peaceful Muharram II, Penyuluh KUA Sumberasih Ikuti Gerakan 100.000 Khataman Al-Qur’an Bersama Aktor PENAIS

  

Berita Selengkapnya terbit di Portal KUA Sumberasih

👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


Semarak Peaceful Muharram II, Penyuluh KUA Sumberasih Ikuti Gerakan 100.000 Khataman Al-Qur’an Bersama Aktor PENAIS

Berikan Pendampingan Wakaf, Neni Dwi Lestari Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Akta Ikrar Wakaf

 


Sumberasih — Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata kelola wakaf yang sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan kegiatan pendampingan dan layanan informasi wakaf pada Rabu (17/6/2026) di Kantor Urusan Agama (KUA) Sumberasih.

Pendampingan ini diberikan kepada masyarakat yang berkonsultasi mengenai proses perwakafan, khususnya terkait pengajuan Akta Ikrar Wakaf (AIW). Melalui layanan tersebut, masyarakat memperoleh penjelasan mengenai alur pengajuan, persyaratan administrasi, kedudukan wakif dan nadzir, serta pentingnya legalitas wakaf sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap harta benda wakaf.

Dalam kesempatan tersebut, Neni Dwi Lestari menyampaikan bahwa wakaf merupakan ibadah yang memiliki manfaat jangka panjang bagi umat. Oleh karena itu, setiap proses perwakafan perlu dilakukan sesuai prosedur agar aset wakaf memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan tujuan wakaf yang telah diikrarkan.

Selain memberikan informasi administrasi, pendampingan juga diisi dengan sesi konsultasi sehingga masyarakat dapat memahami setiap tahapan yang harus dipenuhi sebelum pelaksanaan ikrar wakaf. Pendekatan yang komunikatif dan humanis diharapkan mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam memperoleh layanan di KUA.

Kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh antusias. Masyarakat menyambut positif pendampingan yang diberikan karena membantu mereka memahami proses wakaf secara lebih jelas dan menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, KUA Sumberasih terus berkomitmen menghadirkan pelayanan wakaf yang profesional, informatif, dan mudah diakses masyarakat. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi wakaf sehingga aset wakaf dapat terjaga, memiliki kepastian hukum, serta memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi umat.

Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Senin, 15 Juni 2026

Sambut Tahun Baru Islam, Pegawai KUA Sumberasih Laksanakan Pembacaan Doa Akhir Tahun dengan Khidmat

 

Berita Selengkapnya terbit di Portal KUA Sumberasih

👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


Sambut Tahun Baru Islam, Pegawai KUA Sumberasih Laksanakan Pembacaan Doa Akhir Tahun dengan Khidmat

Koordinasi Internal Digelar, Penyuluh KUA Sumberasih Bahas Berbagai Agenda Krusial Pelayanan dan Pembinaan

 

Berita Selengkapnya terbit di Portal KUA Sumberasih

👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


Koordinasi Internal Digelar, Penyuluh KUA Sumberasih Bahas Berbagai Agenda Krusial Pelayanan dan Pembinaan

Neni Dwi Lestari Ikuti Pelatihan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Provinsi Jawa Timur

 

Sumberasih — Dalam upaya meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam penguatan moderasi beragama dan pencegahan paham radikalisme, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Pelatihan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Timur pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring selama 3 Jam Pelajaran (JP) sebagai bagian dari rangkaian Kajian Senin Kamis (KSK).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Tim Pengkajian dan Penelitian Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai hasil survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR), sekaligus memperkuat strategi pencegahan penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kondisi potensi radikalisme berdasarkan hasil survei di Provinsi Jawa Timur, faktor-faktor yang memengaruhi munculnya paham intoleran, serta peran strategis penyuluh agama dalam membangun ketahanan masyarakat melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Narasumber juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di masyarakat, penyuluh agama diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam kegiatan pembinaan, penyuluhan, maupun pendampingan kepada kelompok binaan. Dengan demikian, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Neni Dwi Lestari mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan wawasan dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, diharapkan penyuluh agama KUA Sumberasih semakin siap menjadi agen moderasi beragama yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat berdasarkan data, kajian ilmiah, dan pendekatan yang bijaksana, sehingga tercipta kehidupan yang aman, damai, harmonis, dan terbebas dari pengaruh paham radikalisme.

Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Sabtu, 13 Juni 2026

Semangat Tahun Baru Islam, Neni Dwi Lestari Kenalkan Makna Mencintai Islam kepada Kelompok Binaan

 


Sumberasih — Dalam semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada kelompok binaannya pada Sabtu (13/6/2026). Materi yang diangkat bertajuk "Mencintai Islam sebagai Jalan Hidup di Momentum Tahun Baru Islam".

Penyuluhan ini bertujuan mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kecintaan kepada ajaran Islam. Tahun baru Hijriah dipandang bukan sekadar pergantian penanggalan, melainkan kesempatan untuk melakukan muhasabah dan berhijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa mencintai Islam dapat diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, menjaga akhlak mulia, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Islam juga tercermin dari semangat menebarkan kasih sayang, menjaga persaudaraan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih berkualitas, lebih dekat kepada Allah SWT, serta lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan interaktif. Para peserta mengikuti materi dengan antusias serta berbagi pengalaman mengenai cara mempertahankan semangat beribadah dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam di tengah kehidupan sehari-hari.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal yang baik bagi seluruh peserta untuk semakin mencintai Islam, memperkuat keimanan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Sabtu, 06 Juni 2026

Semangat Hari Lahir Pancasila, Neni Dwi Lestari Tanamkan Nilai Cinta Tanah Air kepada Kelompok MT Nurul Huda

 


Sumberasih — Dalam rangka memperingati semangat Hari Lahir Pancasila, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada Kelompok Binaan Majelis Taklim (MT) Nurul Huda pada Sabtu (6/6/2026). Penyuluhan kali ini mengangkat tema "Mencintai Indonesia dalam Perspektif Islam" sebagai upaya menguatkan nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Dalam materinya, Neni Dwi Lestari menyampaikan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan, menjaga persatuan, serta mencintai negeri tempat mereka hidup dan beribadah. Kecintaan kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, menaati aturan yang berlaku, serta berpartisipasi dalam membangun bangsa dengan nilai-nilai kebaikan.

Beliau juga menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selaras dengan ajaran Islam. Semangat Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan merupakan nilai yang senantiasa diajarkan dalam kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, menjaga persatuan bangsa dan menghormati keberagaman merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Selain memberikan materi kebangsaan, peserta diajak untuk merefleksikan peran umat Islam dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui akhlak yang mulia, semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, hangat, dan penuh antusiasme. Para anggota MT Nurul Huda mengikuti penyuluhan dengan aktif serta berdiskusi mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan anggota Kelompok Binaan MT Nurul Huda semakin memahami bahwa semangat kebangsaan dan kecintaan kepada Indonesia merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam. Dengan memadukan nilai religius dan nasionalisme, masyarakat diharapkan mampu menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta senantiasa menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam

Cinta Indonesia Bagian dari Iman, Neni Dwi Lestari Berikan Penyuluhan Kebangsaan kepada Kelompok Binaan Harum Insani

 


Sumberasih — Masih dalam suasana Hari Lahir Pancasila, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., melaksanakan penyuluhan kepada Kelompok Binaan Harum Insani pada Sabtu (6/6/2026) dengan mengangkat tema "Mencintai Indonesia dalam Sudut Pandang Islam". Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan rutin kelompok binaan sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran Islam.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk mencintai tanah air sebagai tempat hidup, beribadah, dan mengabdi kepada sesama. Kecintaan kepada Indonesia diwujudkan melalui sikap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan yang tidak bertentangan dengan syariat, serta berperan aktif dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Justru, nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial memiliki keselarasan dengan prinsip-prinsip Islam yang mengajarkan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin). Oleh karena itu, seorang Muslim dapat menunjukkan kecintaannya kepada bangsa melalui akhlak yang baik, semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Selain materi kebangsaan, peserta juga diajak untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat persatuan dan keamanan yang dimiliki bangsa Indonesia. Dengan semangat tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjadi pribadi yang religius sekaligus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif. Peserta aktif mengikuti jalannya pembinaan serta berdiskusi mengenai peran umat Islam dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah tantangan kehidupan bermasyarakat.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan anggota Kelompok Binaan Harum Insani semakin memahami bahwa mencintai Indonesia merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT. Semangat kebangsaan yang dibingkai dengan nilai-nilai Islam diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang religius, moderat, serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.


Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam