Bantaran — Penyuluh Agama Islam Neni Dwi Lestari, S.Pd. melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada Kelompok Binaan Harum Insani pada Jumat (22/5/2026) di Desa Bantaran. Dalam kesempatan tersebut, materi yang disampaikan mengangkat tema “Idul Adha sebagai Momentum Pembelajaran bahwa Keikhlasan adalah Bentuk Cinta Tertinggi.”
Materi ini dipilih sebagai bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha sekaligus mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Melalui penyuluhan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim bukan sekadar bentuk ketaatan, melainkan wujud cinta yang tulus kepada Allah SWT yang dibangun di atas keikhlasan yang sempurna.
Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari menjelaskan bahwa nilai terbesar dari Idul Adha bukan hanya terletak pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga pada kemampuan seseorang untuk ikhlas menjalankan perintah Allah SWT, meskipun terkadang harus mengorbankan sesuatu yang sangat dicintai. Keikhlasan tersebut menjadi pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Peserta juga diajak merenungkan bahwa cinta yang sejati tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, tetapi melalui kesediaan untuk berkorban, bersabar, dan mendahulukan kebaikan sesuai tuntunan agama. Dengan demikian, semangat Idul Adha diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih kuat, sabar, dan penuh keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang penyampaian materi. Beberapa peserta turut menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait makna keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penyuluhan berlangsung lebih hidup dan komunikatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Kelompok Harum Insani dapat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan sikap ikhlas dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan yang diajarkan dalam Idul Adha dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam
