Sabtu, 19 Juli 2025

Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran Sosialisasikan Pengenalan Gender, Semangat Bersekolah, dan Pencegahan Pergaulan Bebas

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. bersama majelis taklim Nurul Huda dalam giat sosialisasi
 pengenalan Gender dan pencegahan pergaulan bebas

Probolinggo, 19 Juli 2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., memberikan bimbingan penyuluhan kepada anggota Majelis Taklim Nurul Huda di Musholla Nurul Huda, Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Gender dalam Perspektif Islam, Pentingnya Semangat Bersekolah, serta Pencegahan Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini.

Dalam sesi pengenalan gender, dijelaskan bahwa gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh budaya, bukan semata-mata perbedaan biologis. Islam memandang laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di sisi Allah (QS. Al-Hujurat:13), dengan perbedaan peran untuk saling melengkapi, bukan menindas. Pemahaman gender yang tepat akan menumbuhkan saling menghormati dan mencegah sikap merendahkan salah satu pihak maupun tuntutan kesetaraan yang berlebihan.

Pada sesi semangat bersekolah, disampaikan bahwa pendidikan adalah tuntutan agama, modal masa depan, sekaligus benteng dari pengaruh pergaulan bebas. Peserta diajak menanamkan niat belajar sebagai ibadah, memberikan apresiasi pada diri sendiri, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, dan mengaitkan sekolah dengan cita-cita masa depan.

Materi pencegahan pergaulan bebas menekankan bahwa zina adalah dosa besar yang membawa dampak negatif secara moral, psikologis, dan sosial. Pernikahan dini pun diingatkan memiliki risiko tinggi jika belum siap lahir batin. Upaya pencegahan dilakukan dengan pendidikan agama sejak dini, pengawasan orang tua, komunikasi terbuka, serta kegiatan positif yang membangun.

Anggota majelis taklim sharing pendapat dan pertanyaan dalam giat sosialisasi yang berlangsung

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Diharapkan, melalui penyuluhan ini, anggota majelis taklim semakin sadar akan pentingnya pemahaman gender yang benar, semangat dalam menuntut ilmu, dan komitmen untuk menghindari pergaulan bebas serta pernikahan sebelum waktunya.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran