![]() |
| 19 Juli 2025, Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan sosialisasi pada remaja kelompok binaan Generasi Rabbani |
Dalam materi pengenalan gender, dijelaskan bahwa gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh budaya, bukan hanya perbedaan biologis. Dalam pandangan Islam, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di sisi Allah (QS. Al-Hujurat:13) dan perbedaan peran dimaksudkan untuk saling melengkapi, bukan saling menindas.
Pada sesi kedua, penyuluh menekankan pentingnya semangat bersekolah. Pendidikan tidak hanya menjadi tuntutan agama, tetapi juga modal masa depan yang dapat mencegah remaja dari pergaulan negatif. Cara menumbuhkan semangat belajar antara lain menanamkan niat ibadah, memberikan apresiasi, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, dan mengaitkan pendidikan dengan cita-cita masa depan.
Materi terakhir membahas bahaya pergaulan bebas dan pernikahan dini. Pergaulan bebas, khususnya zina, adalah dosa besar yang membawa dampak buruk secara moral, psikologis, dan sosial. Pernikahan dini pun diingatkan memiliki risiko tinggi, terutama jika pasangan belum siap secara lahir batin.
Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif para remaja yang mengajukan pertanyaan serta memberikan tanggapan selama penyuluhan. Diharapkan, kegiatan ini mampu membentuk generasi muda yang menghormati perbedaan gender, semangat menuntut ilmu, dan mampu menjaga diri dari pergaulan bebas serta pernikahan dini sebelum waktunya.
Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran
