Wonomerto— Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., berhasil menyelesaikan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta Angkatan I yang diselenggarakan melalui platform PINTAR Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelatihan tersebut berlangsung secara daring pada 22–28 April 2026 dan sertifikat kelulusan diterbitkan pada 27 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan bekerja sama dengan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Republik Indonesia melalui sistem pembelajaran daring berbasis MOOC (Massive Open Online Course).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, toleransi, serta penguatan karakter dalam proses pembelajaran dan pembinaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus dikembangkan oleh Kementerian Agama.
Sebagai peserta, Neni Dwi Lestari mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang mencakup 50 jam pembelajaran. Atas kesungguhan dan hasil yang dicapai selama mengikuti pelatihan, ia memperoleh nilai 91,67 dengan predikat “Lulus, Sangat Kompeten.”
Menurut Neni Dwi Lestari, materi yang diperoleh selama pelatihan memberikan wawasan baru dalam membangun pola pembinaan dan penyuluhan yang lebih humanis, inklusif, serta berorientasi pada nilai-nilai kasih sayang. Pendekatan tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam tugas penyuluhan agama di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Keberhasilan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri. Melalui penguatan kompetensi yang berkelanjutan, diharapkan pelayanan, pembinaan, dan penyuluhan kepada masyarakat dapat semakin optimal serta mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan beragama yang harmonis dan penuh cinta kasih.
Pelatihan ini juga menjadi bukti bahwa semangat belajar dan pengembangan diri merupakan bagian penting dalam mendukung profesionalisme ASN Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Penulis: N'DLestari — Penyuluh Agama Islam
