Rabu, 18 Juni 2025

Generasi Rabbani Antusias Ikuti Penyuluhan Pencegahan Bullying dalam Perspektif Islam

 

Neni Dwi Lestari, S.Pd. memberikan penyuluhan yang disambut antusias oleh kelompok binaan

Bantaran, 18 Juni 2025 — Kesadaran remaja terhadap pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan ramah kembali dikuatkan dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan Agama Islam oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran, Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama kelompok binaan khusus tingkat 1 “Generasi Rabbani” yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025, di Desa Bantaran.

Mengusung tema “Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah Melalui Peran Serta Keluarga dan Orang Tua dalam Perspektif Islam”, kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pemahaman tentang bahaya bullying serta pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan agama dalam menciptakan lingkungan yang positif.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan, dialogis, dan sesuai dengan dunia remaja, sehingga membuat para peserta terlibat aktif dan merasa nyaman selama penyuluhan berlangsung. Peserta tampak antusias menyampaikan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman.

Dalam penyampaiannya, Neni Dwi Lestari, S.Pd. menegaskan bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk saling menghargai dan tidak menyakiti sesama. “Bullying dalam bentuk apa pun bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting dalam menanamkan nilai akhlak dan empati sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa remaja perlu menjadi bagian dari solusi, bukan justru pelaku atau pembiarsa perundungan. Melalui pemahaman agama yang benar, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin pembinaan kelompok “Generasi Rabbani”, yang dibentuk sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritual remaja di wilayah Kecamatan Bantaran. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda semakin tangguh secara mental, berakhlak mulia, dan mampu menjaga harmoni di lingkungan sekitar.


Penulis: Lestari — Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran