Senin, 15 Juni 2026

Neni Dwi Lestari Ikuti Pelatihan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Provinsi Jawa Timur

 

Sumberasih — Dalam upaya meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam penguatan moderasi beragama dan pencegahan paham radikalisme, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., mengikuti Pelatihan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Timur pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring selama 3 Jam Pelajaran (JP) sebagai bagian dari rangkaian Kajian Senin Kamis (KSK).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Tim Pengkajian dan Penelitian Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai hasil survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR), sekaligus memperkuat strategi pencegahan penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kondisi potensi radikalisme berdasarkan hasil survei di Provinsi Jawa Timur, faktor-faktor yang memengaruhi munculnya paham intoleran, serta peran strategis penyuluh agama dalam membangun ketahanan masyarakat melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Narasumber juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di masyarakat, penyuluh agama diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam kegiatan pembinaan, penyuluhan, maupun pendampingan kepada kelompok binaan. Dengan demikian, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Neni Dwi Lestari mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan wawasan dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, diharapkan penyuluh agama KUA Sumberasih semakin siap menjadi agen moderasi beragama yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat berdasarkan data, kajian ilmiah, dan pendekatan yang bijaksana, sehingga tercipta kehidupan yang aman, damai, harmonis, dan terbebas dari pengaruh paham radikalisme.

Penulis: N'DLestari Penyuluh Agama Islam